You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 april 2007 07:03
Karyawan Lapas dan 25 Napi Bersihkan warisan Istana Kuning
Pangkalan Bun– Puluhan narapidana (napi) dan karyawan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan, Red) Kelas IIB Pangkalan Bun membersihkan lingkungan Istana Kuning.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka HUT ke-43 Lapas yang jatuh pada tanggal 27 April 2007 dan rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin Lapas kelas IIB sebagai salah satu upaya untuk merawat dan menjaga situs kerajaan warisan para leluhur.
Kepala Lapas IIB Kotawaringin Barat, Bambang Triono BcIP mengatakan kegiatan ini sengaja difokuskan dilingkungan kerajaan di Istana Kuning. Pasalnya lambat laun eksistensi keberadaan Istana Kuning mulai berkurang dan terlupakan, padahal situs budaya tersebut seharusnya mendapatkan perhatian secara serius karena merupakan salah satu situs bersejarah dan salah satu obyek wisata.
Menurut Bambang kegiatan kebersihan di lingkungan kerajaan Istana Kuning bukan hanya dilaksanakan sebatas HUT Lapas semata tetapi rencananya tidak menutup kemungkinan pihak Lapas akan melakukannya rutin setiap minggu jika Pangeran Muasjidinsyah tidak merasa keberatan.
Namun pihaknya hanya bisa membantu dalam tenaga, syukur jika ada pihak lain yang ikut membantu melestarikan salah satu cagar budaya ini dan menyumbang bahan-bahan bangunan, para napi siap diberdayakan untuk mengolahnya.
“Kami siap jika dibutuhkan untuk membersihkan situs bersejarah itu, selain itu kegiatan ini untuk mendukung Kotawaringin Barat dalam meraih Adipura,” kata Bambang kepada koran ini di ruang kerjanya, Jumat (20/4).
Dikatakannya narapidana yang ikut dalam bakti sosial membersihkan lingkungan Istana Kuning berjumlah 25 orang ditambah lebih 20 karyawan Lapas. Napi yang dibawa dalam kegiatan kebersihan ini dinilai memiliki perilaku yang baik, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Para napi dalam hati kecilnya juga ingin memberikan yang terbaik untuk menyumbangkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya dalam melestarikan situs bersejarah,” imbuh pria yang memiliki hobi memelihara burung berkicau ini.
Sementara itu Pangeran Muasjidinsyah menyambut baik prakarsa dari pihak Lapas. Pasalnya kegiatan ini sekaligus memberikan pembelajaran kepada para napi karena di dalamnya ada unsur pendidikan rasa ikut memiliki dan rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Diharapkan apa yang digagas Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun ini diikuti berbagai elemen masyarakat maupun pihak-pihak yang peduli lainnya. Bahkan jika Bupati Kotawaringin Barat H Ujang Iskandar berkenan dalam kegiatan Jumat bersih melalui perwakilan dari dinas dan instansi mengirimkan beberapa perwakilannya untuk bersama-sama membersihkan dan merawat situs-situs bersejarah warisan para leluhur.
“Semoga apa yang dilakukan para napi ini merupakan tahap awal dan dapat diikuti pihak lain dalam menjaga dan memelihara salah satu identitas (situs sejarah, Red) Kotawaringin Barat,” ujar Pangeran.