Wednesday, 19 August 2026   |   Wednesday, 5 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 315
Today : 9.496
Yesterday : 19.117
Last week : 179.363
Last month : 11.454.048
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

07 juli 2011 04:10

Pesta Budaya Simalungun Menuju Pentas Dunia

Pesta Budaya Simalungun Menuju Pentas Dunia

Yogyakarta, Melayuonline – Aktualisasi rasa syukur manusia, baik sebagai pribadi maupun kelompok sosial, kepada Tuhan bentuknya bermacam-macam. Masyarakat Simalungun, Sumatra Utara, misalnya, mengungkapkannya dengan ritual Pesta Rondang Bittang (PRB). PRB tahun ini telah digelar pada hari Kamis (30/06) sampai Sabtu (02/07) di kompleks bekas kantor bupati, di Pamatangraya.

Setiap tahun, PRB diselenggarakan secara bergiliran di kecamatan-kecamatan se-Kabupaten Simalungun. PRB tahun 2011, atau PRB yang ke-26, kali ini diadakan di Pamatangraya, ibukota Kabupaten Simalungun. Sedangkan pelaksanaan PRB tahun 2012 direncanakan di Kecamatan Tanah Jawa. “Event ini diselenggarakan sebagai alat pemersatu rakyat Simalungun, untuk  melestarikan seni budaya, dan menarik wisatawan ke seluruh pelosok Simalungun,” kata JR. Saragih, Bupati Simalungun.

Sebelum acara ini dibuka oleh Bupati Simalungun, terlebih dahulu diadakan kegiatan ritual mamuhun (ritual penghormatan untuk pembuka perkampungan) dan maranggir (ritual membersihkan badan, hati, dan pikiran dengan menggunakan ramuan-ramuan tradisional). Kemudian dilanjutkan pergelaran sendra tari, paduan suara, dan hiburan artis-artis Simalungun. Pada pembukaan PRB ini ditampilkan juga sebuah fragmen sejarah yang dilakonkan oleh para pelajar SMA. Fragmen ini menceritakan perjuangan Raja Raya ke-14, Tuan Rondahaim Saragih Garingging, dalam melawan penjajah Belanda.

Pesta yang diprakarsai oleh muda-mudi kampung se-kabupaten bersama Pemkab Simalungun ini berjalan sangat meriah dan benar-benar menjadi pesta besar bagi para remaja dari 31 kecamatan karena memang yang terlibat di dalamnya lebih banyak kaum muda. Awalnya, ritual pasca musim panen ini merupakan ajang unjuk kebolehan para remaja di waktu malam terang bulan untuk menarik perhatian lawan jenis untuk kemudian saling berkenalan dan berlanjut ke jenjang pernikahan. Pesta ini merupakan momen bagi kaum muda untuk mencari jodoh.

Dalam perhelatan ini, berbagai lomba seni budaya, olahraga, dan permainan tradisional khas Simalungun digelar, seperti bernyayi, cipta lagu daerah, marsarune (seruling), busana pengantin Simalungun, busana Simalungun modern, pakaian tradisional (marabit data), menari, maruppasa (berpantun), dan bermain musik tradisional Simalungun. Lomba menari, antara lain tari tor-tor sombah (tari persembahan), Huda-huda/Toping-toping (tari topeng), Taur-taur (tari memadu kasih melalui lagu), ilah (tari gerak dan lagu), dan tor-tor usihan (tarian jenaka). Lomba musik tradisional, antara lain manggual, marsordam, marsulim, dan hagualon. Olahraga dan permainan tradisional yang digelar adalah marjalekkat dan margalah.

Berbekal kekayaan seni budaya tradisional, kesadaran tinggi masyarakat, terutama generasi mudanya, didukung oleh para tetua adat dan tokoh masyarakat serta hubungan antaretnis yang harmonis, Bupati Simalungun bertekad untuk membawa Simalungun menuju ke pentas dunia. “Bukan sesuatu yang mustahil bagi Simalungun untuk dikenal di dunia internasional. Dengan menyatukan langkah kita sedang menuju ke arah sana,” kata Saragih penuh optimisme.

(Agus Najib/02/07/2011)

Foto: http://edyjharto.blogspot.com


Read : 2.538 time(s).

Write your comment !