Friday, 8 May 2026   |   Friday, 21 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 4.513
Yesterday : 31.987
Last week : 209.627
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

29 juli 2011 06:08

110 Pasangan Nikah Massal Adat Melayu

110 Pasangan Nikah Massal Adat Melayu

Sergai, Sumut - Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) bekerja sama dengan Kantor Kementrian Agama menyelenggarakan upacara pernikahan adat Melayu dan nikah massal yang diikuti 110 calon pengantin dari 17 Kecamatan, di Desa Pekan, Tanjungberingin, Sabtu (23/7).

Pagelaran upacara pernikahan adat Melayu dan nikah massal ini dirangkaikan dengan hari ulang tahun (HUT) ke 63 Kepala Masyarakat Adat Negeri Bedagai Tengku Ahmad Syafei bergelar Pangeran Nara Kelana IV. Acara ini berjalan dengan meriah dan  dihadiri Bupati Sergai Erry Nuradi, dan Ketua TP PKK Sergai  Evi Diana Erry.

Erry Nuradi mengatakan Sergai merupakan satu kabupaten yang memiliki beranekaragam suku agama dan adat istiadat yang tentunya perlu dijaga kelestariannya. "Karena keragaman budaya bangsa ini merupakan kekayaan dan aset yang tidak ternilai harganya untuk mewujudkan negara yang maju dan berbudaya," katanya.

Kegiatan itu menurut Erry Nuradi  merupakan satu bentuk kepedulian masyarakat  terhadap pelestarian budaya bangsa. "Melalui kegiatan ini masyarakat kita bisa tahu bahwa daerah kita memiliki beraneka ragam adat istiadat serta dapat melihat prosesi upacara adat dalam perkawinan Melayu. Dengan demikian adat istiadat yang hampir punah di tengah-tengah masyarakat dapat terlestarikan," ujarnya.

Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat  agar melalui upacara pelestarian adat istiadat Melayu ini ditingkatkan persatuan dan kesatuan serta melestarikan budaya bangsa menuju masyarakat Pancasilais, religius, modern dan kompetitif.

Erry.Nuradi berpesan kepada seluruh pasangan agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrohmah, dan berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai sarana pendidikan dan budaya. "Bukan hanya budaya adat melayu, namun juga dapat dilakukan dalam adat Simalungun, Jawa, Mandailing, Toba, serta seluruh adat istiadat yang tumbuh subur di Sergai," katanya.

Sumber: http://medan.tribunnews.com


Read : 2.099 time(s).

Write your comment !