Thursday, 28 May 2026   |   Thursday, 11 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 5.129
Yesterday : 28.620
Last week : 221.971
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 agustus 2011 09:14

Mengarak Pengantin, Tradisi Sahur Orang Melayu

Mengarak Pengantin, Tradisi Sahur Orang Melayu

MelayuOnline – Tengah malam, saat warga masih tertidur pulas, ratusan orang beramai-ramai mengarak sepasang pengantin yang duduk di atas pelaminan dengan sebuah gerobak. Mereka berkeliling desa sambil bernyanyi lagu-lagu bernuansa Islami, dipandu iringan musik yang dibunyikan dari tape recorder serta bunyi-bunyian dari peralatan sederhana dan seadanya. Itulah bentuk keramaian yang dilakukan warga Desa Pulau Palas, Indragiri, Riau, hingga jam 3 pagi untuk membangunkan masyarakat yang hendak melakukan makan sahur.

Kegiatan yang biasa dilakukan pada setiap bulan Ramadhan ini sekarang semakin semarak dan meriah karena melibatkan lebih banyak komunitas yang terorganisasi dengan baik. Selain itu, acara ini dilakukan secara serentak dalam kemasan festival yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Marwah Negeri Pulau Palas bekerjasama dengan Mahasiswa UNISI Riau yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Acara bertajuk Festival Seni Tradisi Sahur ini telah berlangsung sejak 18-19 Agustus 2011 yang lalu dengan tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi. Kriteria penilaian dalam festival ini meliputi peserta pelaku terbaik, jumlah rombongan paling banyak, dan keunikan penampilan.

Tengku Sayed Basirun, pemilik Sanggar Seni Marwah Negeri Desa Pulau Palas, mengatakan, pelaksanaan tradisi ini memerlukan biaya yang cukup besar. Biasanya, warga melakukan iuran untuk menutup kebutuhan itu. Karen itu, lanjut Basirun, pemerintah harus peduli dengan acara ini, apalagi Festival Seni Tradisi Sahur dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. “Pemerintah Kabupaten Inhil tidak boleh menutup mata pada keberadaan tradisi ini. Mereka wajib menjaga kelangsungan dan kelestariannya,” tegas Basirun.

Meskipun hadiah yang disediakan panitia tidak seberapa jumlahnya, namun tidak membuat surut orang-orang untuk turut serta, terutama kaum muda. Sambutan masyarakat pun pada umumnya juga sangat baik, bahkan mereka yang biasanya baru terbangun saat mendengar atraksi pengantin sahur ini, kali ini justru bangun terlebih dulu dan menunggu kedatangan para pelaku atraksi ini. (Agus Najib/Brt/05/22-2011)

Foto: http://www.riauterkini.com


Read : 2.216 time(s).

Write your comment !