You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
29 oktober 2011 07:34
Pedati Nusantara XI, Tingkatkan Wawasan dan Ekonomi Melalui Budaya
Melayuonline – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar), tengah menyelenggarakan event akbar tahunan, yaitu Pesta Budaya Seni Pameran Dagang dan Industri (Pedati) Nusantara XI-2011, sejak tanggal 24 Oktober-2 November 2011 dan dipusatkan di lapangan Kantin Wirabraja, Bukittinggi, dengan tema “Pesta Budaya Rakyat Pemersatu Bangsa”. Kegiatan yang awalnya digagas oleh kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Pemuda Pecinta Persatuan Bangsa ini bertujuan menjalin persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendekatan keragaman dan kekayaan budaya, sekaligus menyambut momentum peringatan Sumpah Pemuda. Belakangan, pesta ini juga dihelat dalam rangka menyukseskan program wisata nasional, wonderful Indonesia 2011.
Sebuah pawai budaya dengan rute jalan Perintis Kemerdekaan sampai jalan Sudirman yang melibatkan seluruh peserta dari berbagai provinsi dan sejumlah negara tetangga telah mengawali event ini dilanjutkan pembukaan secara resmi oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, pada hari senin (24/10) malam. Acara pembukaan ini dimeriahkan oleh pagelaran kolosal parade tari, lagu, dan kolaborasi musik yang disajikan oleh sejumlah sanggar dan seniman Bukittinggi dengan melibatkan sedikitnya 25 musisi dan 60 penari. Menurut rencana, pada acara penutupan nanti akan dimeriahkan oleh sebuah kolaborasi seni dari tim kesenian Bukittinggi, Serdang Bedagai, Kalimantan Barat, Paguyuban Aceh, dan Kuala Lumpur.
Pesta rakyat yang menyatukan gelaran budaya dan seni dengan pameran di bidang ekonomi ini merupakan peluang besar bagi Kota Bukittinggi untuk tidak saja menggali lebih banyak lagi potensi seni dan budaya untuk diperkenalkan kepada dunia sebagai daya tarik wisata, tetapi juga mempercepat laju peningkatan perekonomian daerah, dengan menggalakkan sektor industri kecil dan menengah. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, M Faried, menyatakan, bahwa memadukan kegiatan ekonomi kreatif dengan pariwisata merupakan langkah tepat untuk mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.
Perhelatan selama 10 hari ini diikuti oleh sedikitnya 14 Paguyuban budaya dan seni yang dimiliki Bukittingi, perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Sumbar, utusan dari beberapa provinsi lain, sejumlah paguyuban perantau nusantara, dan tim kebudayaan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Seluruh peserta ini telah menyatakan kesiapannya untuk menampilkan pergelaran terbaik yang dimiliki. Mereka akan menyuguhkan kekayaan atraksi budaya dan seni nusantara sehingga mampu memperkaya wawasan budaya masyarakat serta memperkokoh rasa kebangsaan.
Diantara atraksi dari berbagai daerah yang akan ditampilkan adalah, gandang tansa (permainan instrument musik khas Minang), lukah gilo (tari magis Minang), atraksi kuda kepang, tarian tanah Karo, campur sari, musik gamad, pacu itiak, kuda lumping, barongsai, rabab Pasisia, dan lain-lain. Selain itu, digelar juga perlombaan kreativitas seni pelajar dan aneka hiburan yang akan diikuti oleh para pelajar dari berbagai sekolah di Bukittinggi mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah, bahkan pesantren.
Pameran dagang dan industri yang berisi berbagai hasil kerajinan daerah seperti kerajinan perak, menenun, menerawang, menyulam, menjahit bordir kerancang,kuliner khas, dan lain-lain yang secara bersamaan juga digelar, diharapkan mampu mengundang perhatian khalayak ramai dan terjadi berbagai transaksi jual beli serta menjalin hubungan-hubungan kerjasama yang saling menguntungkan di masa yang akan datang dalam bidang perdagangan dan industri. “Harapan kami dari pesta ini,” kata Harma Zaldi, Wakil Walikota Bukittinggi, “masyarakat dapat keuntungan ganda, wawasan budaya untuk mempererat persatuan dan peningkatan ekonomi untuk memperbaiki taraf hidup.” (Agus Najib/brt/06/29-2011)