Monday, 18 May 2026   |   Monday, 1 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 671
Today : 14.772
Yesterday : 32.639
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

04 april 2012 08:18

Warga Pagaralam Temukan Mata Tombak Emas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Warga Pagaralam Temukan Mata Tombak Emas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Diyanto (40) seorang warga Kelurahan Teger Wangi, Kecamatan Dempo Utara, Kabupaten Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan menemukan sebuah mata tombak emas. Diyanto mengungkapkan bahwa dia tidak sengaja menemukan benda tersebut. Dikisahkan bahwa kala itu dirinya sedang mencangkul di kebun kopi miliknya. Tak diduga, mata cangkulnya membentur benda keras. Selidik punya selidik, ternyata mata cangkulnya membentur sebuah mata tombak emas. Mendapatkan temuan tersebut, Diyanto segera membawa pulang dan menyimpan mata tombak emas tersebut.   

Dalam hitungan hari, kabar temuan mata tombak emas oleh Diyanto segera diketahui oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam setelah mendapat laporan dari warga masyarakat. Mendapat laporan tersebut, Kepala Disbudpar Kota Pagaralam, H. Sukaimi langsung menuju ke rumah Diyanto dan mendata benda temuan tersebut. Kesimpulan awal dari mata tombak emas temuan Diyanto tersebut adalah sebuah benda purbakala peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya. Namun untuk keterangan lebih lanjut, termasuk usia benda, H. Sukaimi mengirimkan data temuan Diyanto tersebut ke Badan Arkeologi Palembang.  

Temuan Diyanto tersebut cukup menghebohkan. Pertama, mata tombak tersebut merupakan benda purbakala yang bernilai sangat tinggi, apalagi jika terbukti sebagai benda peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Kedua, mata tombak tersebut terbuat dari emas 24 karat dengan berat mencapai 2 Kg yang tentunya sangat berharga untuk ukuran saat ini. Oleh karena itu, H. Sukaimi menyarankan kepada Diyanto untuk menjaga temuan tersebut dari upaya pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

Kristantina Indriastuti, seorang petugas Balai Arkeologi Palembang memaparkan bahwa temuan Diyanto tersebut diduga berasal dari masa awal Islam masuk ke Pagaralam. Dikatakan oleh Kristantina bawah mata tombak emas tersebut bukan merupakan senjata tajam, layakya keris atau tombak untuk berperang atau berburu, melainkan merupakan benda pajangan atau aksesoris. Kesimpulan awal dari Kristantina dipaparkan sebagai analisa awal usai mempelajari data yang dikirimkan oleh H. Sukaimi terkait dengan bentuk mata tombak emas tersebut.

Agak berbeda dengan kesimpulan awal yang dipaparkan Kristantina, seorang budayawan bernama Erwan Suryanegara memaparkan bahwa temuan Diyanto tersebut kemungkinan besar berasal dari masa akhir zaman Kerajaan Sriwijaya. Pendapat tersebut muncul setelah melihat bentuk temuan yang memiliki corak rupa naga (makhluk hidup). Rupa naga tersebut tentu saja bertentangan dengan Islam yang tidak membenarkan hiasan makhluk hidup dalam hiasan atau simbol.

Ditambahkan oleh Erwan, dugaan lain yang bertalian dengan Islam terhadap temuan tersebut adalah mata tombak emas rupa naga merupakan hadiah dari Kerajaan Palembang Islam yang masih bercorak perpaduan antara ajaran Islam dengan agama sebelumnya, bahkan tradisi Tionghoa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan asal muasal temuan mata tombak emas tersebut. (Tunggul Tauladan/01/04-2012)

Sumber foto: http://sindikasi.inilah.com


Read : 3.050 time(s).

Write your comment !