Tuesday, 4 August 2026   |   Tuesday, 19 Shafar 1448 H
Online Visitors : 2.349
Today : 34.219
Yesterday : 31.067
Last week : 203.350
Last month : 11.454.048
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 sepember 2007 04:16

Forum Masyarakat Toraja di Samarinda Tolak Pemekaran Tana Toraja

Forum Masyarakat Toraja di Samarinda Tolak Pemekaran Tana Toraja

Makassar- Forum masyarakat Tana Toraja yang memiliki sekretariat di Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, menolak pemekaran Kabupaten Tana Toraja. Forum yang bernama Forum Tondok Lepongan Bulan Guntinganna Matarik Allo ini menilai proses pemekaran Toraja Utara tidak demokratis.

Dalam rilisnya, Senin (17/9), forum ini menganggap jika pemekaran tersebut adalah keinginan politik terutama bupati, sekretaris daerah, dan anggota DPRD dengan menggunakan kekuasaan melakukan sosialisasi memecah masyarakat Toraja. Rilis yang ditandatangani oleh ketua forum Yakob Manika dan sekretaris Anthonius Silamba ini ditembuskan ke Ketua Komisi II DPR RI, Panitia Ad hoc DPR RI, dan Dirjen Otonomi Daerah Depdagri.

Lebih jauh mereka mengemukakan jika keinginan pemekaran itu tidak pernah meminta pendapat tokoh adat dan stakeholder orang Toraja. Mereka mengharap agar tim DPR RI mendalami dulu filosofi masyarakat Toraja sebelum mengambil keputusan.

Adapun filosofis Toraja yang harus diperhatikan dan menjadi pertimbangan utama dalam pemekaran kabupaten tersebut di antaranya budaya tongkonan artinya secara lahiriah satu turunan, satu rumpun keluarga, satu rumah adat, satu tempat tinggal.
Tana Toraja dipandang sebagai satu tongkonan besar, tongkonan layuk-nya sang torayan yang terdiri dari 32 lembaga adat yang seharusnya tidak boleh dipisah-pisah karena satu ikatan budaya walaupun ada perbedaan, di dalamnya ada ritual, ada semangat, ada roh dan jiwanya satu.

Filosofis "Tana Matari Allo Tondok Lepongan Bulan Guntinganna Matarik Allo" artinya negeri yang bulat bagaikan matahari dan bulan purnama yang merupakan nama adat Tana Toraja yang diberikan nenek moyang dengan penuh sarat makna.
Filosofis "Misa` Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate (bersatu kita teguh bercerai kita runtuh) sudah dibuktikan dalam perjalanan sejarah orang Toraja dengan serangan kerajaan Bone.

Sumber : www.tribun-timur.com
Kredit foto : students.ukdw.ac.id


Read : 3.360 time(s).

Write your comment !