You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
03 januari 2013 02:20
Musda LAMR Bengkalis ke-4 Resmi Dibuka
Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis Sulaiman Zakaria
Bengkalis, Riau - Bupati Bengkalis Herliyan Saleh membuka secara resmi musyawarah daerah (Musda) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis yang ke- 4 di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja di Laut.
Pembukaan Musda, Sabtu (29/12/12) malam lalu, dijadwalkan membahas program kerja dan formasi kepengurusan tahun 2013-2018. Kesempatan ini Bupati Bengkalis Herliyan Saleh mengharapkan, program LAMR Kabupaten Bengkalis mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang dapat menyentuh semua pihak sehingga memberi nuansa yang akomodatif dan dapat memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi pembangunan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
“Budaya hukum adat yang diciptakan oleh pemuka adat terdahulu merupakan solusinya, baik hubungan silaturrahim sesama manusia, maupun masyarakat dengan pemerintah,” ujar Herliyan Saleh, seperti dikutip dari release Humas Pemkab Bengkalis, Selasa (1/1/12).
Herliyan juga mengatakan, dalam falsafah Melayu dijelaskan hubungan antara pemerintah, alim ulama dan masyarakat diibaratkan bagaikan tungku tiga sejerangan dan tali sepilin tiga.
Oleh karena itu, ia sangat berharap para tokoh adat, alim ulama, pemuda dan masyarakat pelihara dan ciptakan suasana yang aman dan tentram. Menghindari isu-isu yang dapat memecah belah dan akhirnya merugikan bersama.
“Pemerintah bersama ulama dan masyarakat secara bersama-sama berkewajiban memelihara, memberikan dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya sebagai tujuan untuk memperkokoh dan memperkaya jati diri dalam menuju masyarakat. Pembangunan yang hendak kita tuju adalah pembangunan manusia seutuhnya,” pintanya.
Kesempatan ini, Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis Sulaiman Zakaria mengatakan, bahwa Musda LAMR Bengkalis ke-4 tahun ini dilaksanakan tepat waktu. Pergantian kepengurusan periode 2008-2012 telah berakhir sehingga perlu dilakukan Musda tersebut.
“Kita telah bersama-sama selama 5 tahun berkhidmat dan tentunya bisa menilai sampai dimana partisipasi kita yang telah kita sumbangkan kepada daerah ini. Kepada peserta Musda saya berharap, secara sungguh-sungguh, ikhlas, mengeluarkan pendapat atas dasar pemikiran yang jernih dalam bermusyawarah,” ujar Sulaiman, yang juga mantan Sekda Kabupaten Bengkalis ini.