Thursday, 28 May 2026   |   Thursday, 11 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 2.784
Yesterday : 28.620
Last week : 221.971
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

14 februari 2013 03:12

Pembekalan Adat Melayu LAM se-Riau Dibuka Bupati Rohil

Pembekalan Adat Melayu LAM se-Riau Dibuka Bupati Rohil

Bagansiapiapi, Riau - Bupati Rokan Hilir Annas Maamun membuka secara resmi Pembekalan Adat Melayu Riau bagi Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Pembekalan ini agar generasi muda tidak meninggalkan dan tahu adat

Pembekalan tersebut dilaksanakan di gedung serba guna Bagansiapiapi Rabu (13/2/13), bersamaan dengan penyegaran ulama, yang juga se-Propinsi Riau.

Usai acara, Annas Maamun mengatakan, pembekalan yang digelar agar adat-adat Melayu Riau tidak ditinggalkan, teruma generasi muda. “Adat-adat Melayu Riau ini, jangan ditinggalkanlah, oleh sebab itu, yang perlu kita sampaikan kepada generasi-generasi muda ini. Supaya dia tahu adat Melayu Riau,” katanya menyebut alasan pembekalan.

Kalau tidak diberi pembekalan, adat Melayu Riau menurutnya bisa hilang dan tidak cocok lagi penerapan adat yang ada sekarang dengan yang sebenarnya. “Sebab kalau tidak kita buat begini, lama-lama itu bisa hilang. Atau tak cocok lagi dengan adat ini,” alasannya.

Yang tidak cocok tersebut diantaranya menurut Annas, adat perkawinan, tombo pantun, dan masih banyak lagi yang lainnya. “Banyak tu, adat perkawinan, tata cara tombo pantun, apa namanya,” kata Annas.

Jika adat sudah baik, bergabung dengan ulama, maka pembangunan katanya akan baik pula. “Supaya betul-betul melayu ni, kalau ada sudah bagus, begabung dengan ulama, pembangunan untuk Rohil, bagus,” katannya mencontohkan.

Hal senada dikatakan Syahril Abubakar, Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, pembekalan tidak hanya melibatkan lembaga adat saja, tetapi juga ulama. Ulama, umara dan adat merupakan tiga tungku sejerangan atau tali bapilin tiga. “Bahwa ulama, umara, termasuk adat tadi, adalah tiga tungku sejerangan. Atau tali bapilin tiga tadi tu. Kesemua ini satu pemahaman dalam rangka memajukan masyarakat adat Riau ini,” katanya.

Dengan adanya tiga unsure tersebut katanya program pemerintah bisa berjalan dengan baik. “Jadi kalau ada unsur ulama ada unsur adat, ada unsur pemerintah, mudah-mudahan program pembangunan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Melibatkan pemerintah salah satu alasannya, karena pemerintah punyak hak budgeter. “Bagaimanapun pemerintah sebagai penguasa negara, dalam hal ini mewakili negara, tentu pemerintah yang punyak hak budgeter dan sebagainya,” katanya.

Sementara LAM termasuk ulama mendukung dari sisi program, menyiapkan sumber daya manusia. “Pemerintah menyiapkan dari sisi anggarannya. Inilah perlu sharing, kalau tak gitu takkan berjalan program-program yang kita susun ini,” katanya..

Pembekalan LAM se-Riau ini yang melibatkan seluruh kecamatan katanya baru pertama kali diadakan. “Se-Riau ni baru pertama kali, sebelumnya ada beberpa kali pembekalan yang kita laksanakan sudah (tak seperti ini, red). Tapi untuk tahun 2013 ini, apalagi ini melibatkan seluruh kecamatan di Propinsi Riau, ini baru pertama kali….katanya utusan dari semua kecamatan,” tambahnya.

Hampir semua diklaimnya hadir. “Hampir semuanya hadir ni, LAM, LAM Kecamatan dari 167 regu, hampir semua hadir, memang tidak penuh, ya kan. Ditambah ketua-ketua LAM kabupaten/kota. Ketua MKA sama Ketua DPH, jadi dua dari masing-masing kabupaten/kota. Totalnya 210, termasuk pengurus LAM propinsi,” pungkasnya.

Sumber: http://www.riauterkini.com


Read : 1.446 time(s).

Write your comment !