Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
4.765
Yesterday
:
22.835
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
05 juli 2013 01:16
Membangun Tanah Melayu dengan Empati
Gubernur Kepulauan Riau
Batam, Kepri - Di atas pentas yang beralaskan karpet merah, dua bola mata H Muhammad Sani berkaca-kaca. Sesaat lamanya dia berdiri mematung.
Sedangkan ratusan pasang mata yang memadati lobi utama Batam City Square (BCS), di kawasan Baloi, Kota Batam sabar menanti, apa yang akan diucapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) tersebut.
Saat menyampaikan salam, suara HM Sani terdengar sedikit parau. Meski di depan mikropon, suaranya masih terdengar pelan.
"Saya merasa terharu. Buku ini berkaitan dengan pribadi saya sendiri," kata Sani pelan namun tegas.
Di antara wajah-wajah penuh senyum hadirin yang datang, di antara para penulis yang mendampinginya, Sani bertutur tentang kesannya terhadap buku "Membaca Sani" yang diluncurkan di pusat perbelanjaan tersebut.
"Saya tidak melihat bukunya. Tapi, perhatian yang tulus telah memberikan inspirasi bagi saya untuk menjalankan amanah bagi kami. Kepada Ahmad Zulkani, terima kasih. Sejak memimpin Haluan Kepri banyak membantu kami," ujarnya. Mata Sani yang agak sipit, melirik kepada pria bertubuh gemuk yang berada di sisi kiri pentas. Pria yang akrab disapa Zulkani itu, tersenyum dan menganggukkan kepalanya dua kali.
Rabu (3/7/2013) sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah wartawan di Provinsi Kepri meluncurkan buku yang ditulis secara keroyokan. Dalam "Membaca Sani" itu, Zulkani, mantan Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, menulis tentang "Membangun Kepri dengan Empati".
"Membangun masyarakat Kepri, membangun tanah Melayu hingga pulau-pulau terluar dengan empati dan kebapakan. Barangkali itulah kesimpulan saya tentang pola kepemimpinan yang dijalankan HM Sani selama menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau," tulis Zulkani dalam buku itu.
Selain Ahmad Zulkani, wartawan lain di Kepri yang ikut menyumbangkan tulisannya dalam buku setebal 112 halaman itu di antaranya, Ramon Damora, Agus Harsanto, Alfian Zainal, Andra S Kelana, Candra Ibrahim, Dedi Suwadha dan Evy R Syamsir.
Acara peluncuran buku tersebut cukup menarik. Uniknya, salah satu buku sengaja diterbangkan melalui robot mirip helikopter karya mahasiswa Politeknik Negeri Batam dari lantai dua BCS. Dan, satu robot lagi membuka kain yang menyelubungi foto HM Sani, lengkap dengan judul bukunya "Membaca Sani".
Para tamu undangan dan pengunjung pusat perbelanjaan itu tak bisa menahan aplaus tatkala robot buah karya anak bangsa itu sukses mengantarkan buku ke tangan Ramon Damora, yang berdiri di pentas. Oleh Ramon, buku itu lantas diserahkan kepada HM Sani.
Menurut HM Sani, dalam sambutannya, wartawan adalah bagian dari hidupnya. Karena, ruang lingkup tugasnya sejak memimpin Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun hingga Provinsi Kepri tidak pernah lepas dari kritik dan sumbang saran dari para wartawan. Bukan karena lamanya bergaul dengan wartawan, namun karena hubungan emosional itu sudah berpagut dengan erat.
"Bukan saya yang bagus saja. Yang tidak bagus pun saya terima. Itu tidak masalah. Karena menurut saya, tanpa kritikan itu tidak akan maju. Bagi saya, wartawan itu jika mengritik baik dalam konteks tulisan, maupun dalam keseharian semata-mata untuk membangun Kepri," jelasnya.
Sani mengakui, ketika ada berita yang mengritik kebijakan Pemprov Kepri dan itu berhubungan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka dirinya langsung menghubungi SKPD yang bersangkutan untuk memberikan keterangan.
"Tiap pagi saya baca koran. Kalau ada SKPD yang salah, langsung saya telepon," lanjut Sani.
Di akhir sambutannya, Sani melantunkan penggalan bait lagu "Untuk Kita Renungkan" karya Ebiet G Ade. Sani menyanyikan lagu itu penuh penghayatan, makanya tak heran semua mata yang menyaksikan ikut terpana, dan berbuah tepuk tangan ketika lagu itu berakhir.
Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Marganas Nainggolan memuji kreatifitas wartawan di Kepri hingga terbitnya buku "Membaca Sani" itu.
"Luar biasa teman-teman wartawan bisa menerbitkan buku ini," kata Marganas.
Di mata Marganas, semangat kepemimpinan Sani sangat luar biasa.
"Jika Jokowi blusukan di kota itu biasa. Tapi, Pak Sani blusukannya ke Natuna yang berada nun jauh di sana, dengan keganasan ombak. Itu bukan biasa lagi," katanya.
Marganas pun berpesan kepada para mahasiswa dan pelajar di daerah ini agar segera memiliki buku "Membaca Sani". Baginya, "Membaca Sani" sangat bagus untuk dijadikan sebagai referensi dalam membangun motivasi.