You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
31 oktober 2013 13:39
Semarak Festival Seni Budaya Beragam Suku Bangsa
Jakarta - Jakarta Marathon 2013 telah berlangsung semarak dan meriah. Festival seni budaya dari beragam latar suku bangsa dan negara apik berpadu dengan ajang lomba lari maraton.
“Festival Budaya yang merupakan satu rangkaian acara dengan perhelatan Jakarta Marathon 2013 dirancang khusus untuk memperkuat promosi Jakarta sebagai kota destinasi pariwisata dan olahraga dunia," ujar Ketua Panitia Jakarta Marathon 2013 dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di bilangan Monas, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Sapta lantas mengatakan, "Ini sekaligus menghadirkan sajian apik seni budaya dari beragam latar suku bangsa dan negara kepada seluruh atlet, peserta dan masyarakat luas yang menyaksikan acara ini."
Sejauh ini Festival Budaya Jakarta Marathon 2013 merupakan ajang yang membanggakan karena menghadirkan keunikan tersendiri. "Jakarta Marathon 2013 tidak akan ditemukan di tempat lain dengan acara yang sama. Tentunya dapat dinikmati secara gratis untuk segala lapisan masyarakat," kata Sapta sambil tersenyum.
Sedangkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nurhayati menegaskan seluruh atraksi seni budaya yang berpartisipasi di dalam Festival Budaya Jakarta Marathon 2013 sangat memperlihatkan Indonesia adidaya kebudayaan dunia. "Indonesia siap menggelar perayaan kemeriahan Jakarta, kota megapolitan jantung titik temu keanekaragaman latar budaya Nusantara," terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI, Ari Budiman mengungkapkan, “Sebagai ajang internasional, Jakarta Marathon 2013 menempatkan Jakarta sebagai tuan rumah. Ini juga membuktikan Jakarta kota aman, penuh pesona, dan nyaman bagi wisatawan mancanegara."
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, WALI dan The Titans mendapatkan sambutan meriah saat tampil memainkan hits populernya di panggung utama Festival Budaya Jakarta Marathon 2013 di lapangan Ikada Selatan, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2013) lalu.
Tampil juga, lebih 1.000 seniman dari beragam latar daerah di Indonesia. Mereka beraksi di Monas dan 17 lokasi lintasan lomba di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Untuk panggung Monas, mulai dari aksi 240 seniman marawis yang berasal dari 24 sanggar di kawasan Jabodetabek, Seni Palang Pintu Betawi, Barongsai, Reog Ponorogo, Tari Topeng Betawi, Garuda Indonesia Flight Drum and Bugle Corps, Indonesia Cheerleading Community Indonesia (ICCA) All Stars, Jakarnaval, Ondel-ondel Glitter, Teater Abang None, D’Geprax3 Percussion sampai Tari Nusantara.
Untuk 17 panggung Sepanjang Lintasan Marathon menghadirkan Pakanjara Sulsel, Gondang Batak, Musik Brass, Gendang Beleq NTB, Perkusi Barang Bekas DJ Aib, Tifa Papua, Urban Musik, Bale Ganjur Bali, Etno Universal Sound, Tanjidor, Ansamble String, Dol & Tasa Sumbar, Musik Dayak, Ansamble Trompet, Kolintang Sumut, Imanisimo, Gambang Kromong, Sindikat Senar Putus, Rampak Gendang Jabar, Arumba Jabar, Rampak Bedug Banten, Musik Perkusi, Musik Jepen Kalimantan, NAKI band, Kuntulan Banyuwangi, Tabot Bengkulu, Musik Melayu, Hadroh Betawi dan sajian musik DJ lagu-lagu Betawi,
Aksi seni dan budaya lainnya ada di depan Hotel Mandarin, Tikungan Pusat Kebudayaan Italia, depan Plaza Festival, Fly Over Kuningan Barat, Fly Over Patung Dirgantara, halte bus SMESCO Pancoran Barat, halte bus Menara Jamsostek, halte bus Hotel Sultan, depan gerbang Basket Hall GBK Senayan, Taman Hang Tuah, depan Gedung PLN Bulungan, Taman Hang Tuah III, halte bus Kemendikbud Senayan, taman depan Menara BNI 46, samping EX Center dan depan lampu Burung Merak Monas.