Saturday, 2 May 2026   |   Saturday, 15 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 316
Yesterday : 19.785
Last week : 192.091
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

05 oktober 2007 01:53

Desa Buluh Cina Bentuk Satgas Penjaga Tanah Ulayat

Lindungi 1.000 ha Hutan Wisata
Desa Buluh Cina Bentuk Satgas Penjaga Tanah Ulayat

Pekanbaru- Dari 2.500 ha hutan ulayat milik masyarakat adat desa Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau, kini tinggal 1.000 ha karena dijarah orang. Untuk menjaganya, dibentuk Satgas Penjaga Tanah Ulayat

Menjelang acara berbuka puasa bersama yang digelar Forum Komunikasi Daerah (FKD) Riau di Hotel Ibis Pekanbaru rabu (3/10), Kepala Desa Buluh Cina, Zulkarnain menyatakan bahwa desa Buluh Cina sebenarnya memiliki kawasan hutan ulayat seluas 2.500 hektar. Namun karena sering dijarah, luas hutan yang tersisa kini hanya sekitar 1.000 hektar saja.

Menurut Kades Buluh Cina, hutan ulayat milik masyarakat adat desa Buluh Cina memiliki keanekaragaman hayati. Karena selain terdapat pohon yang usianya lebih dari 400 tahun dengan besar batang pohon 4 pelukan manusia dewasa, hutan ulayat desa Buluh Cina juga terdapat 7 danau alami.

"Berkurangnya jumlah luasan hutan ulayat masyarakat adat desa Buluh Cina membuat perangkat desa akhirnya membentuk satuan tugas (satgas) yang diberi nama Satgas Penjaga Hutan Ulayat. Kini jumlah satgas yang ada sebanyak 30 orang. Dan petugas satgas penjaga hutan ulayat itu bekerja tanpa diberikan bayaran," ungkap Zulkarnain.

Adanya anggapan bahwa belakangan banyak ninik mamak ramai-ramai melego tanah atau hutan ulayat, Zulkarnain menyatakan bahwa perangkat desa dan masyarakat menyadari hal itu. Untuk mengantisipasinya, desa memiliki aturan-aturan yang membatasi peran serta ninik mamak dalam urusan menjaga hutan ulayat.

Ditanyakan mengenai bantuan dari pihak yang berkepentingan lain, Zulkarnain menyatakan bahwa untuk bantuan kepada desa dan satuan tugas hingga kini belum ada. Namun ada beberapa bantuan yang sudah diterima dalam bentuk pembangunan infrastruktur pendukung. Seperti jalan, selokan, selther dan lain-lain.

Sementara itu, Environment Departement Sinar Mas Forestry, Muhammad Syarief Hidayat menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pengelolaan hutan secara lestari oleh masyarakat adat. Untuk lebih teraturnya penataan dalam kawasan hutan wisata (hutan ulayat) milik masyarakat adat desa Buluh Cina, PT Arara Abadi akan bekerjasama dengan masyarakat adat dan IPB untuk menyusun sebuah masterplan.

"Masterplan tersebut kita susun untuk agar kawasan hutan wisata yang merupakan hutan ulayat milik masyarakat adat desa Buluh Cina lebih tertata sehingga dapat menjadi hutan tujuan edukasi oleh berbagai pihak. Pelaksanaannya diharapkan akan terealisasi pasca lebaran mendatang," ungkapnya.

Buka Sembari Menambah Wawasan

Sementara itu, Koordinator FKD, Harry Oktavian kepada Riauterkini menegaskan bahwa selama ini kegiatan berbuka bersama hanya sekedar datang dan mendengarkan siraman rohani. Untuk itu, kita mencoba untuk membuat sebuah kegiatan yang baru dan berorientasi kepada kegiatan untuk menambah wawasan.

"Maka tercetuslah kegiatan diskusi dengan tema tertentu sembari menambah wawasan dari berbagai narasumber. Dengan kegiatan berbuka bersama sekaligus bersilaturahmi yang diawali oleh kegiatan diskusi ini diharapkan para undangan bisa bersilaturahmi sekaligus menambah wawasan terhadap tema yang kita angkat," katanya.

Ke depan ia mengharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi trend kegiatan berbuka puasa bersama yang selama ini format kegiatannya sangat monoton.

Sumber : Riau Terkini
Kredit foto : www.maanystavat.fi


Read : 3.453 time(s).

Write your comment !