Thursday, 11 June 2026 |Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.126
Today
:
16.522
Yesterday
:
58.870
Last week
:
227.151
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
22 maret 2014 03:29
Laweyan Solo Kembangkan 3 Pusat Kuliner
Solo, Jateng - Kampoeng Batik Laweyan berencana mengembangkan tiga pusat kuliner untuk mendukung konsep wisata kawasan. Saat ini, sudah ada satu pusat kuliner yang diresmikan di wilayah Sayangan, Laweyan.
Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono, saat ditemui wartawan di sela peresmian rest area dan kuliner di Sayangan, Jumat (21/3/2014), mengatakan fasilitas kuliner penting untuk mendukung konsep pariwisata Kampoeng Batik. Menurut Alpha, potensi kuliner daerah mulai tumbuh seiring produksi kerajinan batik. “Banyak warga yang mulai membuka usaha kuliner di rumah atau menjadi pedagang kaki lima. Kalau difasilitasi dalam sebuah kawasan tentu lebih baik,” ujarnya.
Alpha mengatakan satu pusat kuliner yang telah beroperasi di Sayangan, Laweyan, belum cukup menampung potensi jajanan khas wilayahnya. Pihaknya membidik dua lokasi lain untuk pengembangan kuliner berbasis masyarakat. “Kami masih mencari lokasi di bagian tengah dan timur kawasan agar penyebarannya merata. Semoga masih ada tanah negara yang kosong.”
Menurutnya, lokasi kuliner akan diarahkan menjual potensi khas Laweyan seperti apem, ledre hingga tengkleng. Tak menutup kemungkinan kawasan bakal dikolaborasi dengan unsur budaya seperti workshop batik dan usaha kerajinan lokal. “Sehingga pusat kuliner bisa menjadi destinasi wisata yang lengkap dan menjual,” tutur dia.
Pagi hingga Sore
Pantauan solopos.com di Sayangan, sebanyak tujuh stan meramaikan pusat kuliner di wilayah itu. Mereka menghidangkan sejumlah sajian seperti jajanan khas Laweyan, hik dan makanan sehari-hari. Kawasan yang dilengkapi toilet dan rest area ini diplot beroperasi dari pagi hingga sore. Alpha mengatakan pembangunan pusat kuliner tersebut dibiayai PNPM dengan dana sekitar Rp30 juta.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan perlu strategi tersendiri untuk meramaikan pusat kuliner yang terletak di perkampungan. Menurutnya, lurah atau pemangku masyarakat bisa menjadi teladan dengan menggelar kegiatan di lokasi tersebut. “Jadi bisa saling menghidupi,” ujarnya.
Wali Kota siap mempromosikan pusat kuliner di Laweyan agar turut dilirik wisatawan lokal maupun asing. Rudy akan meminta Disperindag dan Disbudpar memasukkan pusat kuliner Laweyan dalam destinasi kuliner khas Solo. “Kami juga akan menambah akses dengan membangun jembatan yang menghubungkan Kampung Bratan dan Laweyan,” pungkas dia.