Thursday, 11 June 2026   |   Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.262
Today : 18.650
Yesterday : 58.870
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

01 april 2014 08:21

Tari Saman Memukau di Pembukaan Indonesia Auckland Festival

Tari Saman Memukau di Pembukaan Indonesia Auckland Festival
Tari kebyar ditampilkan mahasiswa dan warga Indonesia di Auckland dalam pembukaan Indonesia Auckland Festival 2014.

Auckland, Selandia Baru - Tarian Saman nan rancak memukau pengunjung pada pembukaan Indonesia Auckland Festival, Sabtu (29/3) di The Auckland Performance Art Center, Auckland, Selandia Baru. Pembukaan ini juga dimeriahkan penampilan ensembel angklung serta tari Merak.

Memungkasi acara pembukaan, sebuah tumpeng nasi kuning lengkap dengan lauk pauk disajikan dan bisa dicicipi para pengunjung. Acara ini dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Jose Tavares, Presiden IndoNZ Marcel Kanon, serta empat orang Anggota Parlemen Selandia Baru- Rajen Prasad, Melissa Lee, Cam Calder, Tracy White.

"Mengenal dan menghargai perbedaan budaya negara lain sangat bermanfaat untuk menciptakan kehidupan penuh harmoni," kata Jose yang sekaligus memperkenalkan keragaman budaya dari lebih 300 suku bangsa di Indonesia.

Indonesia Auckland Festival dimulai 2010 dan dilangsungkan setiap tahun, kecuali 2012. Untuk festival yang keempat ini, lebih dari 100 warga dan mahasiswa Indonesia di Auckland berpartisipasi mempersiapkan serta memeriahkan acara ini.

Tarian Saman, misalnya, ditampilkan belasan mahasiswa dan warga Indonesia di Auckland. Kendati baru berlatih sebulan, kekompakan gerakan para penari mengundang decak kagum. Demikian pula penampilan ensembel angklung yang memainkan lagu "Dari Sabang sampai Merauke" dan lagu kebangsaan Selandia Baru "God Defends New Zealand".

Dalam festival sehari ini, diselenggarakan pula workshop membatik, workshop wayang, pemutaran film Indonesia, pameran kerajinan Indonesia, serta pengenalan hidangan khas Indonesia.


Read : 1.610 time(s).

Write your comment !