Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 956
Today : 16.174
Yesterday : 20.067
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

21 juli 2014 04:47

Taman Sari Art Festival Hadirkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng

Taman Sari Art Festival Hadirkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng
Cak Nun dalam dialog budaya di Rubud EAN Kadipiro (Foto: Trasmara)

Yogyakarta – Emha Ainun Nadjib yang akrab dipanggil Cak Nun bersama Kyai Kanjeng akan tampil dalam Taman Sari Art Festival di Plaza Ngasem, Kamis (24/7) malam. Pagelaran bertema ‘Indonesia Taman Sari Dunia’ ini dibuka untuk umum dan gratis. Acara ini merupakan kelanjutan Gelar Budaya Religius Adiluhung Semesta, Sabtu (12/7).

“Taman Sari Art Festival didukung sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan Yogyakarta bidang museum, sejarah dan kepurbakalaan dengan pelaksana beberapa kelompok komunitas,” kata Arma Santiningsing, Pelaksana dari Komunitas Auto 66, Sabtu (19/7).

Panggung yang menawan dengan latar belakang Pulau Cemeti Taman Sari ini disamping menghidupkan kawasan wisata juga penyajian seni yang religius di bulan Ramadhan. Sebelum Cak Nun dan Kyai Kanjeng tampil, akan dibuka oleh sholawat Jawi abdi dalem makam raja-raja Mataram Kota Gede dan musik Adakalanya pimpinan Adit.

“Ini merupakan persembahan kesenian yang bernuansa tradisi dan kolaborasi sentuhan modern dengan balutan religius kontemporer,” papar Arma.

Musik Adakalanya, yang bergenre keroncong ini, melantukan lagu-lagu ciptaan sendiri yang memiliki lirik bernuansa humor tapi berisi kritik. Grup Adakalanya yang dibentuk tahun 1912 sudah menciptakan beberapa lagu di antaranya Sapatasapa, Matamu, Tangi, Mbok Ya Sudah dan Mbelgedes. Selain itu, ditampilkan juga sholawat Jawi yang akan mengetengahkan pitutur kehidupan manusia dengan irigan terbang.

Pagelaran ini merupakan ruang rekolektif sebagai sarana refleksi dalam bulan Ramadhan serta menyegarkan kembali semangat guyub gayeng masyarakat Yogyakarta setelah melalui proses penyaluran aspirasi dalam memilih pemimpin negeri ini. Dengan tampilnya Cak Nun diharapkan bisa mewakili nilai-nilai kebhinnekaan, sekaligus melestarikan warisan budaya adiluhung nagari Ngayogyakarta Hadiningrat yang istimewa. Kaidah keistimewaan bisa dilacak melalui jejak kawasan situs Taman Sari. Selain kawasan cagar budaya, Taman Sari sarat dengan makna filosofis religius. *** (Teguh R Asmara)

Sumber: http://jogjatrip.com


Read : 2.557 time(s).

Write your comment !