Wednesday, 10 June 2026 |Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
1.292
Yesterday
:
58.870
Last week
:
227.151
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
05 oktober 2007 03:28
Teater Makassar - Australia Kolaborasi Lewat `THE EYES OF MAREGE`
Makassar- Teater Kita asal Makassar serta beberapa seniman lokal Australia akan saling berkolaborasi dalam sebuah pentas produksi teater pada perayaan pertukaran budaya antara masyarakat Makassar di Indonesia serta masyarakat asli di benua Australia.
Enam seniman dari sebuah produksi teater papan atas di Sulawesi yaitu Teater Kita dari Makassar akan bekerjasama dengan lima seniman serta musisi lokal terbaik Australia untuk merayakan 400 tahun pertukaran budaya dan perdagangan antara dua budaya dari dua negara yang berbeda itu.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer dalam siaran persnya mengatakan produksi teater bersama tersebut merupakan eksplorasi yang luar biasa dari sebuah sejarah yang menghubungkan Indonesia dan Australia.
Produksi teater yang naskahnya ditulis oleh Julie Janson serta disutradarai oleh Sally Sussman serta Asia Ramli Prapanca itu bertajuk THE EYES OF MAREGE.
Kolaborasi budaya tersebut akan tealah dipentaskan pada OZAsia Festival di Pusat Kebudayaan Adelaide dari tanggal 27 hingga 29 September kemarin. Pentas teater itu juga akan ditampilkan di Sydney Opera House pada lima hingga tujuh Oktober mendatang.
Produksi teater antara Indonesia dan Australia itu dapat dipentaskan atas dukungan Australia Indonesia Institute (AII) serta merupakan inisiatif dari pemerintah Australia.
THE EYES OF MAREGE merupakan sebuah kisah yang kembali diceritakan dari sejarah tersembunyi sebuah pertukaran budaya antara masyarakat Timur Laut Arnhem Land dan masyarakat Makassar. Kisah tersebut bersumber dari cerita perjalanan seorang anak muda lokal Australia ke Makassar pada awal abad ke-20.
Ketika seorang nelayan Makassar terbunuh dalam sebuah pertikaian memperebutkan objek suci Aborigin, seorang Australia asal Aborigin harus berlayar ke Makassar dalam percobaan pembunuhan itu. Setelah lima tahun dalam penjara dan menikah dengan perempuan lokal Makassar, ia kembali ke negeri asalnya dengan membawa musik yang kaya, serta kebudayaan dari masyarakat laut itu.
Produksi teater tersebut akan mempergunakan musik bernuansa Islami dari Sulawesi yang dibawakan dengan instrumen kuno dan diiringi oleh musik lokal Australia didgeridoo.