Wednesday, 17 June 2026   |   Wednesday, 1 Muharam 1448 H
Online Visitors : 1.082
Today : 15.241
Yesterday : 18.187
Last week : 184.896
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

24 oktober 2014 04:45

Tari "Niqhung" Tampil pada Festival Tabot

Tari "Niqhung" Tampil pada Festival Tabot

Mukomuko, Bengkulu - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menampilkan tari Niqhung atau Tampi pada Festival Tabot yang digelar di Kota Bengkulu, mulai tanggal 24 Oktober 2014.

"Kami menampilkan Tari Niqhung pada Festival Tabot," kata Kabid Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Yulia, di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan, tari Niqhung dari daerah itu akan menjadi salah satu peserta dalam lomba ajang kreativitas antarpelajar untuk kategori tari kreasi baru.

Yulia menyebutkan, sebanyak tujuh orang pelajar SMA terbaik di daerah itu dipilih untuk membawakan tarian ini pada Festival Tabot. Tujuh pelajar ini yang lulus seleksi untuk membawakan tarian tersebut.

"Tujuh orang yang kami pilih adalah pelajar SMA yang kreatif dalam membawakan tari Niqhung," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa tari Niqhung merupakan persembahan dari sanggar seni bunga teratai kabupaten itu.

Tari Niqhung diangkat dari kehidupan masyarakat Kabupaten Mukomuko. Di mana pada zaman dahulu hingga sekarang para petani saat panen tiba selalu membawa alat untuk membersihkan hasil panen padi berupa Baku (Bakul) dan Niqhung (Tampi).

Menurutnya, penata tari mencoba menuangkan garapan ke dalam sebuah pertunjukan tari yang dikembangkan sesuai kebutuhan garapan.

Adapun gerakan dalam tari ini, lanjutnya, penata memadukan dari unsur gerak tari "gandai" dan gerak silat sebagai akar tradisi di daerah itu.

Selanjutnya, katanya, dikembangkan menjadi bentuk sebuah garapan tari kreasi yang berjudul tari Niqhung.

Lebih lanjutnya, ia menjelaskan, tema garapan tari Niqhung adalah kegotongroyongan dan kebersamaan pada saat pesta panen padi sawah.

Sumber: http://www.antaranews.com


Read : 1.350 time(s).

Write your comment !