Thursday, 11 June 2026 |Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
1.758
Yesterday
:
20.067
Last week
:
227.151
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
24 juni 2015 06:38
JK: Batik Dimulai di Jawa, Berkembang Hingga India dan Malaysia
Jakarta -atik kini sudah diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya tak benda di dunia. Munculnya batik tak terlepas dari budaya masyarakat Jawa yang akhirnya berkembang di Tanah Air hingga ke berbagai penjuru negara di dunia.
"Kita semua mengetahui batik sebagai inovasi yang telah berabad-abad dimulai di Jawa, dan kemudian berkembang di India, Srilanka, Malaysia," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat membuka Gelaran Batik Nasional (GBN) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
JK menambahkan, batik dikenal sebagai inovasi bangsa dan telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua. Menurutnya batik memiliki sejarah panjang, yang awalnya hanya dikenal sebagai sarung di Jawa. Selain sarung, kini batik berkembang menjadi baju dan aksesoris batik, dan berkembang menjadi pakaian resmi.
"Ini sangat tentu menggembirakan. Apalagi UNESCO telah menetapkan sebagai warisan budaya," katanya.
Ia mengatakan, pengembangan batik di dalam negeri terus meluas, dahulu identik dengan kebudayaan Jawa, namun kini dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua punya batik tersendiri.
"Tentu ada sumbangsih. Di samping para pekerja seni, tentu juga tokoh yang mempopulerkan batik," katanya.