Tuesday, 19 May 2026   |   Tuesday, 2 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.216
Today : 19.507
Yesterday : 19.896
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

30 juli 2015 13:02

Tari ‘Nginang’ Wakili DIY ke Parade Tari Nusantara 2015


Tari Nginang, Kota Yogyakarta (Foto: Trasmara)

Yogyakarta, Melayuonline.com – Tari ‘Nginang’ dari Kontingen Kota Yogyakarta berhak mewakili DIY maju ke tingkat nasional dalam Parade Tari Nusantara di TMII Jakarta 21-22 Agustus 2015. Kota Yogyakarta terpilih setelah mengikuti seleksi Parade Tari Nusantara tingkat Provinsi DIY yang berlangsung di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Rabu (29/7) malam. Seleksi ini diikuti kontingen Kulon Progo (Tari Panji Sekar Mayang), Kota Yogyakarta (Tari Nginang), Gunung Kidul (Tari Pikat Sampur Mataram), Sleman (Kasetyan Agung), dan Bantul (Tari Jonggrang).


Tari Jonggrang, Bantul (Foto: Trasmara)

“Seleksi tari nusanatara merupakan ajang kompetisi bagi sebuah karya baru berpijak pada seni tradisi yang ada di Yogyakarta, baik tradisi klasik maupun kerakyatan dengan ide gagasan legenda atau cerita rakyat,” kata Umar Priyono, Kepala Dinas Kebudayaan DIY ketika membuka seleksi Parade Tari Nusantara, di Societet TBY, Rabu (29/7) malam.

Seleksi ini merupakan kegiatan tindak lanjut program kegiatan TMII Jakarta yang dilaksanakan sejak tahun 1982. Tiap kontingen diberi waktu 7 menit untuk mementaskan tarian. Bagi penyaji terbaik juara I akan mewakili DIY ke tingkat nasional.


Tari Pikat Sampur Mataram, Gunung Kidul (Foto: Trasmara)

Dewan juri terdiri Drs. Gandung Djatmika, M.Pd (ISI Yogya), DR. Kuswarsantyo, M. Hum (UNY), Drs. Yohanes Subowo, M. Sn (ISI Yogya), Dra. Bernadeta Sri Hanjati, M.Sn (ISI Yogya) dan Ir. Dra. Ertis Yulia Manikam (TMII Jakarta).

Gandung Djatmika selaku Ketua Dewan Juri menilai para peserta kebanyakan tidak bisa memanfaatkan panggung, dan kostum tidak banyak menggunakan kearifan lokal. Disamping itu ide yang disampaikan kurang memenuhi sasaran pada penonton. “Untuk tampil di tingkat nasional nanti judul lakon tidak bisa diubah penambahan personil juga tidak bisa dilakukan,” kata Gandung.


Tari Kasetyan Agung, Sleman (Foto: Trasmara)

Tari Nginang sebagai penyaji juara I yang ditangani penata tari Catur Agung Mulyadi, terinspirasi dari kehidupan masyarakat dengan tradisi nginang pada saat Sekaten. Dalam era globalisasi ini kebiasaan nginang ditinggalkan. Para penari yang kebanyakan perempuan dengan balutan busana dari Yayuk Susmiyanti mampu menggambarkan kegiatan menginang bagi perempuan Jawa dengan gerak yang dinamis dan kadang lucu.


Tari Panji Sekar Mayang, Kulon Progo (Foto: Trasmara)

Pemenang selengkapnya seleksi Parade Tari Nusantara tingkat DIY secara berurtan juara I, II, dan III adalah Kontingen Kota Yogyakarta, Bantul, dan Gunung Kidul. Juara harapan I diraih Kontingen Sleman dan juara harapan II kontingen Kulon Progo. * (Teguh R Asmara)

Editor: Agus Najib Afwan


Read : 22.963 time(s).

Write your comment !