Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 5.923
Yesterday : 18.545
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

31 agustus 2015 01:45

Warga Cikole Terus Lestarikan Kesenian Karinding Celempung

Bandung, Jabar - Warga Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, terus berupaya melestarikan kesenian musik tradisional Karinding Celempung agar tetap dikenal oleh setiap generasi masyarakat Sunda umumnya Indonesia.

"Kami ingin kembalikan kesenian tradisional Sunda ke tengah-tengah masyarakat," kata Kepala Desa Cikole Jajang Ruhiyat kepada wartawan di Bandung, Ahad.

Ia menuturkan, upaya melestarikan seni musik dari bambu itu dengan selalu pentas disetiap kegiatan seperti agenda tahunan memperingati hari raya kemerdekaan Indonesia.

Bahkkan, lanjut dia, bentuk keseriusan warga Cikole terhadap kesenian sunda tersebut yaitu dengan menggelar kegiatan Karinding Celempung dan kesenian Sunda lainnya selama dua malam mulai 27 sampai 29 Agustus 2015.

"Hiburan rakyat kesenian sunda nonstop itu digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia, alhamdulillah antusias warga sangat tinggi menyaksikan kesenian tradisional," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan seni tradisional dalam rangka kemerdekaan itu merupakan program Pemerintah Desa Cikole bersama seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan menjaga keharmonisan, dan semangat gotong royong.

Selain itu, lanjut dia, upaya melawan era modernisasi atau budaya negatif dari luar yang terus disuguhkan kepada masyarakat melalui tayangan televisi maupun media lainnya.

"Selama ini kita terus menerus digempur oleh budaya-budaya luar yang kurang baik, sehingga dengan kegiatan seni ini adat istiadat tradisional kita tetap terjaga," katanya.

Seni tradisional lainnya yang terus dilestarikan warga Cikole diantaranya kesenian Jentreng Tarawangsa sebuah seni yang hanya menggunakan dua alat musik bambu yaitu rebab dan kecapi.

Menurut Jajang, seni musik tersebut sudah jarang tampil, sehingga pihaknya berharap sering ditampilkannya di Desa Cikole dapat kembali dikenal oleh masyarakat luas.

"Kami ingin lebih mengangkat kesenian ini karena generasi muda mungkin tidak tahu, untuk itu diharapkan dapat terus dipelihara oleh generasi selanjutnya," katanya.

Sumber:  http://www.republika.co.id


Read : 1.386 time(s).

Write your comment !