You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 oktober 2007 07:58
Tokoh Adat di Gowa Tolak Karebosi Dibisniskan Sungguminasa
Gowa- Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Gowa menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadikan Lapangan Karebosi lahan "bisnis". Mereka mengaku setuju jika lapangan itu hanya ditata ulang dengan baik, bukan jadi area bisnis. Penolakan itu disampaikan antara lain MH Hamsah Karaeng Gajang dari Lembaga Dewan Adat Batesalapang, tokoh pemuda Hirsan Bachtiar, dan Ketua Umum Lembaga Adat Pa`sereanta Firman Sombali (LAPFS) Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo, Andi Iskandar Esa Dg Pasore, kepada wartawan di Sungguminasa, Kamis (18/10).
"Itu ruang publik yang dulunya tempat pertemuan raja-raja. Saya setuju jika dinaikkan sekian meter dan diberi pembatas, tapi saya tidak setuju jika lapangan itu dijadikan lahan bisnis," tegas Karaeng Gajang. Hal senada dikemukakan Hirsan. Menurutnya, Karebosi adalah sebuah identitas Kerajaan Kembar Gowa Tallo yang berisi banyak pesan-pesan leluhur. Kalau revitalisasi itu menghilangkan pesan sejarah, maka harus ditentang.
Ancam Aksi
Sementara itu, Dg Pasore dengan tegas mengatakan, harga mati kalau Lapangan Karebosi dihilangkan identitasnya sebagai sebuah peninggalan sejarah. Lapangan itu bukan milik Makassar, tapi milik seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
"Itu (Lapangan Karebosi) peninggalan Kerajaan Kembar Gowa Tallo, bukan milik Makassar. Itu milik seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Rencana itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan," tegas Dg Pasore.
Ditambahkan, jika pemerintah kota mengabaikan tuntutan masyarakat dan maka ia akan mengerahkan massa untuk melakukan penolakan. Dg Pasore mengaku memiliki 43 perguruan berada di bawah naungan lembaganya. Perguruan itu antara lain Perguruan Macang Kebo ri Tallo, Perguruan Macang Le`lenga ri Katangka, Perguruan Toddopuli Macang Kunyika ri Tallo, dan Perguruan Ashabul Kahfi.
Sumber : www.tribun-timur.com Kredit foto : www.panyingkul.com