Friday, 1 May 2026   |   Friday, 14 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 262
Today : 9.886
Yesterday : 24.716
Last week : 192.091
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

08 desember 2015 09:42

Musik Melayu Memukau Penonton Etnomusiklopedia 2

Yogyakarta, Melayuonline.com - Gelaran Etnomusiklopedia kembali di gelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta 5-7 Desember 2015 yang berakhir tadi malam. Gelaran tersebut merupakan yang ke dua setelah sukses dalam gelaran pertama pada tahun 2013. Kreativitas pengisi acara dalam menggarap dan menyajikan karya terbaik musik tradisi yang dikemas dengan cara dan cita rasa baru menjadikan ajang ini dinanti oleh banyak kalangan seniman musik di Yogyakarta.

Etnomusiklopedia 2 merupakan ajang silaturahim para musisi muda dan berbakat dari Indonesia. Rangkaian dalam acara adalah pertunjukan musik dan tari serta workshop mengenai musik tradisi. Pengisi acara datang dari berbagai kantong kebudayaan yang berbeda di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua, serta para pegiat seni budaya dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, ISI Padangpanjang, dan sebagai tuan rumah tentunya ISI Yogyakarta.

Musik bernuansa Bali, Batak, Sunda, Jawa, Dayak, Melayu dan lain-lain secara silih berganti diperdengarkan. Kesenian yang ditampilkan juga beragam seperti Reog, tari-tarian dan lain sebagainya. Salah satu pengisi acara yang turut mengambil bagian adalah mahasiswa dari Provinsi Kepulauan Riau yang belajar di Yogyakarta dan tinggal di Asrama Mahasiswa Tanjungpinang. Mereka  membawakan instrument Joget Serampang laut dan Patam-patam yang dikemas secara modern dan digawangi oleh Kharisma, Feri, Arik, Yogi dan aik. Penampilan mereka membuat pengunjung seolah-olah sedang berada di kawasan seberang pulau dengan suasana musik yang kental Melayu.

Menurut Kharisma (21) tampilan irama Joget Serampang laut dan Patam-patam bertujuan untuk memperkenalkan jenis-jenis musik Melayu. Serampang laut merupakan musik yang berirama joget yang biasa ditampilkan dalam acara-acara kesenian dengan berjoget bersama sesuai kaidah-kaidah yang mengikatnya. sedangkan patam-patan lebih identik dengan musik pengiring silat Melayu. Musik berirama Melayu ini disuguhkan dalam aransemen baru sehingga sangat terasa nuansa kontemporer dan kekiniannya.

penampilan menarik selanjutnya juga terlihat ketika kelompok Dentang Denting Dentum, menyuguhkan karya mereka. Karya yang masih bernafaskan Melayu ini menyuguhkan suguhan yang berbeda dengan peserta lainnya. Kelompok seni yang berjumlah tiga orang ini terdiri dari Icud, Leo dan Shafur, membawakan dua judul garapan yakni Pulau Sebrang dan Lenggang-lenggok. Uniknya, ketiga musisi muda ini hanya menggunakan tiga buah instrument musik yaitu dua buah gambus dan satu Darbuka. Musik Melayu Kontemporer yang digarap memukau para penonton yang hadir. Kendati digarap secara kontemporer akan tetapi petikan dan pukulan khas Melayu yang di mainkan sesekali membuat para peenonton terpana. Tampak salah satu penonton yang berasal dari Bulgaria  menggerak-gerakkan badan mengikuti alunan irama dari sajian tersebut.

Dari dua penampilan musik Melayu yang berbeda aliran tersebut dapat dilihat bahwa musik Melayu sesungguhnya sangat mudah untuk dinikmati dan diterima oleh berbagai kalangan masyarakat, kendatipun musik itu beruansa baru. Alfi (18) salah satu penonton menyampaikan, Etnomusiklopedia 2 ini merupakan kegiatan yang sangat menarik, di samping memperkenalkan musik-musik etnis yang ada di Indonesia, kegiatan seperti ini juga memberikan peluang bagi para musisi muda untuk tetap melestarikan tradisi dan bebas mengeksplorasi karya tanpa keluar dari genre musik tradisi yang hendak disuguhkan. Ia berharap di gelaran mendatang, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih besar dan pengisi acara yang variatif lagi. *(Boki Koto)

Editor: Agus Najib Afwan


Read : 1.416 time(s).

Write your comment !