Friday, 1 May 2026   |   Friday, 14 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 264
Today : 9.874
Yesterday : 24.716
Last week : 192.091
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

11 desember 2015 03:59

16 Grup Keroncong Tampil di Pasar Keroncong Kota Gede


Grup keroncong Ada Kalanya dengan lirik humor sering tampil di event budaya. (Foto: Trasmara)

Yogyakarta, Melayuonline.com – Pemusik handal Djaduk Ferianto bukan saja menangani musik jazz lewat Ngayogjazz, tapi mulai melirik musik keroncong juga. Buktinya, Djaduk bersama teman-teman menghimpun 16 grup keroncong untuk tampil dalam Pasar Keroncong Kota Gede yang akan digelar Sabtu (12/12) dengan tiga panggung berbeda tempat.

“Ada tiga panggung yaitu Loring Pasar atau utara pasar Kota Gede, paggung Sayangan utara Masjid Besar Mataram dan panggung Sopingen,” kata Djaduk penggagas Pasar Keroncong Kota Gede, Jumat (10/12) siang.

Pasar Keroncong Kota Gede akan berlangsung mulai jam 16.00 – 24.00 dan dibuka oleh Umar Priyono, Kepala Dinas Kebudayaan DIY didampingi sutradara beken Garin Nugroho. Pasar Keroncong ini akan dimeriahkan bintang tamu Iga Mawarni, Subarjo, HS, dan Didik Nini Thowok. Grup keroncong yang tampil dalam pembukaan adalah Swastika dan Endah Laras. Menurut Djaduk musik keroncong tidak beraliran tunggal, karena kroncong juga melakukan pengembangan sesuai zaman, sekalipun terbatas.

“Grup keroncong ini bermacam-macam aliran. Ada klasik, kontemporer, dan garapan. Penonon juga bukan penikmat pasif saja, tapi interaktif dengan grup keroncong,” ujar Djaduk.

Grup keroncong lain yang akan tampil antara lain Kharisma, Ada Kalanya, Depasko, Pesona Irama, Sinten Remen, Jalurparis, dan Puspa Jelita Feat Heruwa.

Menurut Djaduk, sebelum melahirkan gagasan ini, ia melihat Kota Gede adalah sebuah kota heritage yang banyak menyimpan potensi berkesenian keroncong yang masih eksis. “Event ini diharapkan menjadi pelestari keroncong sekaligus menjadi proses regenerasi kalangan muda. Selama ini bermusik keroncong hanya dilakukan oleh orang-orang tua, dan itu akan kita benahi,” papar Djaduk.

Pasar Keroncong Kota Gede ini didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY. Sejak tahun 2014 Dinas Kebudayaan DIY sudah menangani grup-grup keroncong yang tampil di Pendopo Gamelan, tapi tidak ada perubahan signifikan. Maka ketika Djaduk Ferianto menyodorkan konsep baru, Dinas Kebudayaan DIY menyambutnya. Diharapkan dengan adanya Pasar Keroncong Kota Gede akan membawa dampak kemajuan dan generasi muda tampil ke depan. *(Teguh R Asmara)


Read : 1.849 time(s).

Write your comment !