Tuesday, 25 August 2026   |   Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 1.873
Today : 26.122
Yesterday : 23.903
Last week : 178.006
Last month : 11.454.048
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

01 mei 2007 05:31

Kepemimpinan Melayu Kepemimpinan Islami

Kepemimpinan Melayu Kepemimpinan Islami
Pekanbaru- Konsep kepemimpinan Melayu tidak berbeda dengan konsep kepemimpinan yang Islami. Kepemimpinan Islami jelas acuannya yaitu keteladanan Rasullah Saw dan para sahabatnya. Dalam perspektif Melayu, seorang pemimpin dituntut dan wajib memiliki kepribadian terpuji sesuai dengan nilai ajaran Islami.

Pandangan ini dikemukakan Ketua DPRD Riau saat menjadi narasumber dalam seminar dan lokakarya Islam, Melayu dan Kepemimpinan, yang dilaksanakan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) Fakultas Ekonomi (FE) Unri, Sabtu (28/4) di auditorium Pasca Sarjana FE Kampus Bina Widya Unri, Panam. Selain Chaidir, juga hadir sebagai narasumber Wakil Ketua DRPD Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi dan lainnya.

Dikatakan Chaidir, seorang pemimpin pada dasarnya adalah seorang nakhoda, dituntut harus mampu menakhodai kapalnya supaya selamat sampai ke pulau tujuan sehingga ia haruslah paham. “Akan tetapi bukan hanya sekedar paham.  Paham mengandung dimensi capability, capacity, credibility dan integrity. Nakhoda tidak hanya mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan penumpang, tapi juga mampu memberikan kesenangan kepada penumpangnya,’’ kata Chaidir lagi.

Chaidir menambahkan, permasalahan umum dewasa ini dalam kaitannya dengan kepemimpinan adalah krisis kepercayaan dan adanya fakta bahwa kesejagatan (globalisasi) berpotensi menguburkan identitas. “Dua hal yang menjadi senjata untuk menetralisirnya adalah, pertama agama dan kedua adalah kebudayaan. Kepemimpinan Melayu tidak lain adalah kepemimpinan Islami. Kepemimpinan Islami itu sesungguhnya universal,’’ tuturnya.

Sumber: Riau Pos (dengan pengolahan seperlunya)


Read : 4.409 time(s).

Write your comment !