Tuesday, 16 June 2026   |   Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 169
Today : 7.089
Yesterday : 17.248
Last week : 184.896
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

30 desember 2015 08:15

Unand akan Kumpulkan Silsilah Keluarga Minangkabau

Padang, Sumbar - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan melakukan kajian dan mengumpulkan seluruh silsilah keluarga Minangkabau yang ada di dunia.

"Saat ini sejarah dari ranji atau silsilah keluarga Minangkabau masih sulit dicari, kami akan mengumpulkannya dengan riset akademisi dan mahasiswa," kata Wakil Rektor bagian Akademik Unand, Febrin Anas Ismail, di Padang, Selasa.

Dia menyebutkan pengumpulan silsilah ini bagiam dari visi Pojok Minangkabau yang saat ini baru diresmikan. Untuk tahap pertama kata dia, pihaknya telah mengutus mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata dengan mengumpulkan data dan nama keluarga atau kaum pada setiap nagari yang ada di Sumbar.

Dari pengumpulan tersebut sebagian besar tidak jelas antara satu hubungan dengan keluarga lain. Untuk menelaah ketidak jelasan hubungan tersebut kami mengirimkan para akademisi menelitinya.

"Proses penelitian ranji ini bersifat dinamis dan tidak ditargetkan pada waktu tertentu," katanya.

Hal ini dilakukan karena pengumpulan silsilah itu bergantung pada ketepatan penelitian dan bukti yang berkesesuaian. Dalam hal ini pihaknya akan berhati-hati sebab menyangkut orang banyak.

"Setelah suatu ranji terkumpul, kami akan mempublikasi secara online," ujarnya.

Hal ini bertujuan agar seluruh warga Minang yang berdomisili di seluruh dunia dapat mengetahui asal muasal keturunannya.

"Kami berharap upaya ini mendapat dukungan dari semua masyarakat Minang khususnya dan Indonesia Umumnya," Ucapnya.

Sementara itu, Dikti melalui salah seorang pejabatnya, Ocky Karna Radjasa akan mendukung kegiatan pengumpulan ranji orang Minangkabau tersebut. Menurutnya kegiatan itu suatu inovasi dalam menambah khasanah pengetahuan budaya nasional.

Sumber:  http://www.antaranews.com


Read : 998 time(s).

Write your comment !