Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.851
Today
:
22.084
Yesterday
:
25.766
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 oktober 2007 03:28
Delegasi Muslim Shandong RRC Berkunjung Ke Medan: Hubungan Bilateral Indonesia-China Perlu Terus Dilestarikan
Laksamana Cheng Ho.
Medan- Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) mengharapkan hubungan bilateral antara Indonesia dan China yang sudah terjalin harmonis selama ini perlu terus dipupuk secara berkesinambungan.
“Hubungan Indonesia-China sebenarnya sudah terjalin sejak tujuh abad silam dan hubungan ini perlu terus dilestarikan,” ujar Ketua PPIT Abdullah Umar mewakili Delegasi Muslim Shandong RRC saat berkunjung ke Langkat dan Pesantren Babussalam Tanjung Pura, Minggu (21/10).
Rombongan yang terdiri dari 6 orang itu diterima Tuan Guru H Sjekh Hasjmi Al-Sjarwan. Sebelumnya diterima Bupati Langkat H Syamsul Arifin, SE, Asisten I Pemerintahan Astaman, Ketua DPRD Langkat, Camat Stabat Dhani sekaligus dijamu makan siang bersama.
Delegasi Muslim Shandong tadi terdiri Ding Wen Fang (Wakil Ketua Organisasi Muslim Tiongkok), Yang Song Yu (Ketua Organisasi Muslim Kota Jinan), Jin Shu Long (Wakil Ketua Organisasi Muslim Provinsi Shandong) Li Quan Fu (Imam Masjid Beida), Ma Yu Xi (Naib Imam Masjid Perempuan Ji Nan) dan Tang Shu Xun (Penasehat PPICh Tiongkok). Sedangkan Maria Fang dari PPIT Perwakilan Jakarta.
Abdullah Umar mengakui Indonesia-China mempunyai persahabatan erat sekali baik di bidang perdagangan, sosial maupun budaya. Hubungan ini terjalin sejak Laksamana Cheng Ho mengunjungi Sumatera sekitar 700 tahun lalu.
“Saya melihat Sumatera Utara yang memiliki berbagai etnis, namun dalam kehidupan sehari-hari antar suku sangat harmonis. Justru itu mari kita bina terus,” katanya.
Harmonis
Menyinggung tentang kehidupan beragama di China, menurut Abdullah juga sangat harmonis dan saling tolong-menolong antara sesama umat manusia. “Seperti halnya suasana harmonis kehidupan beragama di Sumut,” ucap Abdullah dalam bahasa mandarin.
Bupati Langkat H Syamsul Arifin menyatakan rasa syukur dan bahagia sekali atas kunjungan delegasi Muslim Shandong. Dalam kesempatan itu bupati juga menyerahkan buku tentang perkembangan Langkat yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
“Selaku Ketua Umum MABMI Sumut, saya bercita-cita ingin mempersatukan Melayu seluruh dunia. Sejarah Melayu itu mulai dari Aceh sampai ke Madagaskar. Bahkan saya sudah bertemu orang Melayu di Bali. Di sana terdapat sekitar 60 ribu orang Melayu,” sebut Syamsul Arifin.
Sementara itu Tuan Guru H Syekh Hasjmi kepada delegasi Muslim Shandong menjelaskan sekilas Tarikat Naqsyabandiyah di Pesantren Babussalam berdiri sejak tahun 1300 Hijriah. Ini merupakan pusat Naqsyabandiyah di Asia Tenggara.
“Kami sangat terharu atas kedatangan saudara kami dari Tiongkok. Namun pertemuan ini kita harapkan terus berkesinambungan dan hubungan silaturahmi tetap terjalin,” pinta Tuan Guru Syekh Hasjmi.
Turut hadir dalam rombongan Muslim Shandong itu Ketua PPIT Sumut Idham Hasibuan, Wakil Ketua Yusuf Abdul Gani, Muslim, sekretaris Linggo dan pengurus lain Sonny Firdaus Panjaitan.
Pada malam hari delegasi juga mengadakan pertemuan di Medan Club. Hari Senin audiensi dengan Gubsu, Selasa kunjungan ke IAIN, MUI dan selanjutnya rombongan bertolak ke Jakarta.
Sumber : www.analisadaily.com Kredit foto : www.viajeros.com