Wednesday, 1 July 2026 |Wednesday, 15 Muharam 1448 H
Online Visitors : 0
Today
:
2.339
Yesterday
:
24.405
Last week
:
251.743
Last month
:
7.211.288
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
24 oktober 2007 01:23
Raja Kasino Malaysia, Lim Goh Tong Tutup Usia 90 Tahun
Kuala Lumpur- Lim Goh Tong, orang terkaya ketiga Malaysia, yang menyulap puncak bukit berhutan menjadi kawasan wisata kasino terbesar, meninggal dalam usia 90 tahun, Selasa (23/10). Mendiang meninggalkan kerajaan bisnis bermacam sektor dengan total nilai 22 miliar dolar AS.
Lim, pendiri perusahaan-perusahaan Genting Group, “meninggal dengan tenang”, kata satu pernyataan singkat oleh putranya, Lim Kok Thay, yang mengambil alih perusahaan dari ayahnya sebagai kepala eksekutif Genting tahun 2004. Pernyataan itu tak memberikan penjelasan rinci.
PM Abdullah Ahmad Badawi berbelasungkawa atas kematian Lim, dengan melukiskan dirinya sebagai usahawan gigih yang memberikan sumbangsih bagi perkembangan ekonomi negara.
“Dia juga dikenal sebagai seorang dermawan. Saya yakin bukan saja negara tetapi juga masyarakat bisnis dan usahawan sangat kehilangan atas kematiannnya,” ujar Abdullah.
Lim, seorang migran asal China, berjuang keras melawan segala rintangan untuk membangun Genting Highlands, sebuah kawasan wisata hotel kasino yang dibuka tahun 1971 dan berkembang menjadi kawasan wisata gaya Las Vegas. Ini tercatat sebagai satu-satunya kasino di negeri ini dan meliputi lima hotel serta taman.
Majalah Forbes memasukkan Lim di antara 250 miliarder kelas atas dunia tahun 2006 dan orang terkaya ketiga di Malaysia dengan total kekayaan pribadi 4,3 miliar dolar AS.
Dilahirkan di Anxi, propinsi Fujian, Lim adalah anak kelima di antara tujuh bersaudara yang beremigrasi ke Malaya --nama Malaysia waktu itu tahun 1937 pada usia 19 tahun dengan hanya berbekal satu koper dan uang saku 175 dolar AS.
Dia menjadi kaya dengan pertama kali memulai usaha berdagang alat berat bekas tahun 1940-an setelah berakhirnya pendudukan Jepang dan kemudian beralih ke sektor tambang.
Saat bekerja pada proyek listrik tenaga air (PLTA) tahun 1964 di Cameron Highlands, kawasan wisata bukit terkenal yang kebanyakan dilindungi oleh kolonial Inggris pada waktu itu. Lim bercita-cita membangun kawasan wisata bukit serupa lebih dekat dengan kota terbesar negara itu, Kuala Lumpur sebagai pusat hiburan bagi penduduk lokal.
Dia menemukan gunung Ulu Kali terpencil berketinggian 1.800 meter, yang jarak tempuh sekitar satu jam dari Kuala Lumpur. Tahun 1965, dia mendirikan Genting Group untuk mengubah hutan tropis perawan lebat menjadi salah satu daerah tujuan wisata terkenal Malaysia yang tahun 2006 berhasil menyedot 18,5 juta wisatawan.
Genting Group sejak saat itu bergerak di berbagai sektor perkebunan, properti, pabrik kertas, listrik, minyak dan gas. Kelompok itu terdiri dari lima perusahaan terdaftar dengan total kapitalisasi pasar gabungan sebesar lebih 22 miliar dolar AS, demikian menurut situs web-nya.
Sumber : www.analisadaily.com Kredit foto : www.travelmasti.com