You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
25 oktober 2007 05:28
Art Summit Indonesia 2007 Angkat Tema Keberagaman
Screenshot www.artsummitindonesia.com.
Jakarta- Festival internasional seni kontemporer atau Art Summit Indonesia kembali digelar di Jakarta pada 1-30 November dengan mengangkat isu keberagaman latar belakang budaya sejumlah negara peserta.
"Tema festival kali ini To Join Diversity karena ini adalah festival seni kontemporer yang diikuti berbagai negara tentunya mereka mempunyai tehnik yang berbeda, pencarian sumber-sumber estetika yang berbeda, dan temanya juga pasti akan sangat beragam," kata Humas Art Summit Indonesia 2007, Yusuf Susilo Hartono di Jakarta, Rabu.
Festival tiga tahunan ini menampilkan 15 pertunjukan dari 11 negara peserta, yakni Prancis, Spanyol, Jerman, Singapura, Argentina, Mesir, Korea, India, Selandia Baru, Belgia, dan tuan rumah Indonesia.
Yusuf mengatakan, Art Summit Indonesia 2007 akan berlangsung secara terpisah di tiga tempat, yakni Gedung Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dan Goethe Institut.
Festival yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini diikuti 13 grup dan melibatkan 200 seniman tari, musik, dan teater berkelas internasional.
Para peserta itu, kata Yunus, dipilih oleh tim artistik yang terdiri atas Putu Wijaya, Boi G Sakti, Julianti Parani, N Riantiarno, dan Otto Sidharta. Proses seleksi peserta dari berbagai benua telah dilakukan sejak setahun lalu.
Putu Wijaya sebagai ketua tim artistik mengatakan, pemilihan peserta didasarkan pada seni pertunjukan tanpa sekat-sekat perbedaan antara seni tari, seni musik, atau seni teater.
Karya baru
Pertunjukan seni kontemporer selama satu bulan ini akan menghadirkan karya-karya baru seperti yang akan ditampilkan kelompok tari "Diez y Diez Dansa" dari Spanyol dan koreografer tari asal Singapura Angelina Leong yang merancang sebuah pertunjukan khusus dan belum pernah ditampilkan dalam pentas festival internasional.
Angelina akan menampilkan karya barunya bertajuk "Ghost Exchange Series II" sedangkan kelompok Diez y Diez Dansa menampilkan karya elegan berjudul Social Tales.
Di bidang musik, kelompok Argentine National Music Council akan memainkan musik kontemporer Argentina, El Hanager dari Mesir menyajikan teater kontemporer.
Peserta dari Indonesia yang akan tampil adalah Butet Kartaredjasa dalam teater monolog Sarimin dan seni teater dengan media wayang listrik oleh Made Sidia.
"Sebenarnya panitia ingin menampilkan banyak peserta lagi, tapi dana yang tersedia terbatas," kata Yusuf.
Karena keterbatasan dana pula, dua grup dari Indonesia yang sebenarnya akan tampil akhirnya batal, yakni kelompok tari dengan koreografer Jecko Siompo dan Batavia Madrigal Singer.
Penyelenggaraan Art Summit Indonesia 2007 dilengkapi dengan seminar internasional. Seminar berlangsung selama dua hari di Jakarta dengan tema "Behind Cultural Industry" menampilkan pembicara kunci Goenawan Mohammad dan beberapa pembicara lain dari Indonesia, Mesir, Australia, Filipina, Jerman, dan Belanda.
Art Summit Indonesia telah berlangsung sejak 1995 dan menampilkan karya-karya kontemporer dari berbagai negara peserta, seperti pertunjukan tari, musik, dan teater.
Sumber : Media Indonesia Kredit foto : www.artsummitindonesia.com