Tuesday, 25 August 2026 |Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 1.872
Today
:
26.121
Yesterday
:
23.903
Last week
:
178.006
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
04 mei 2007 04:00
Ulama Sumut Minta Syamsul Arifin Maju Jadi Calon Gubernur
Medan- Sekitar 500-an ulama, da`i, muballigh dan Ormas Islam yang tergabung dalam Himpunan Muballigh Sumatera Utara (Himsu) meminta Ketua PB Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) H Syamsul Arifin maju menjadi calon Gubernur Sumut sekaligus mendoakannya menang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubsu 2008.
Dukungan dan doa ini disampaikan pada acara dialog dan silaturrahmi ulama, da`i, muballigh dan Ormas Islam dengan Tokoh Masyarakat Sumut dengan thema “Satukan Ukhuwah dan Langkah serta Menuju Kemenangan Ummat, Minggu (22/4) di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan.
Hadir dalam acara itu di antaranya, KH Jalaluddin Mutholib, KH Bahrum Ahmad, KH Nurhadi Sayuti, Drs H Bahdin Nur Tanjung serta ulama, da`i, muballigh dan Ormas Islam Sumatera Utara. Pada kesempatan itu, para ulama, da`i, muballigh dan Ormas Islam mempertanyakan ketegasan sikap H Syamsul Arifin SE apakah maju atau tidak dalam Pilkada Gubsu 2006 mendatang, sehingga ummat Islam tidak ragu-ragu untuk mendukungnya. Kemudian, para ulama, da`i, muballigh dan Ormas Islam mengungkapkan tentang kriteria pemimpin yang pantas untuk didukung salah satunya, selain beriman dan bertaqwa, jujur juga kepeduliannya terhadap kepentingan umat. “Dari kriteria yang ditentukan agama, maka sangat pantaslah para ulama mendukung Bapak H Syamsul Arifin”, tegas salah satu ulama yang menjadi peserta pada acara tersebut.
Sebelumnya, Ketua DPD Himsu Kota Medan Ustadz Drs H Sempurna Silalahi dalam sambutannya menegaskan tentang persatuan dan kesatuan umat Islam. Ia berharap umat Islam tidak terpecah-pecah dalam menentukan calon yang bakal diusung. “Kalau memang kita sudah sepakat dukung H Syamsul Arifin, maka suara Islam harus bersatu untuk mendukungnya serta memenangkannya sampai ke tingkat bawah”, jelas Ustadz Sempurna.
Sementara Ketua DPW Himsu Sumut Drs H Khaidir Sulaiman menjelaskan tentang pentingnya informasi bagi masyarakat. Menurutnya, untuk memenangkan calon yang bakal diusung, maka para ulama, da`i, muballigh maupun Ormas Islam harus memberikan penjelasan tentang Cagubsu itu sendiri dan kenapa harus didukung, sehingga tidak ada kekaburan informasi bagi masyarakat.
Prof DR H Hasballah Thayib MA yang menjadi pembicara dalam dialog tersebut menekankan tentang komitmen H Syamsul Arifin untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara mendatang, sehingga kebulatan tekad para umat untuk mendukung mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini tidak ragu-ragu. Ia juga mengharapkan dari silaturrahim ini, para ulama bisa menjadi penyambung kepada masyarakat tentang calon pemimpin yang benar dan pantas untuk didukung. “Asalkan jangan seperti dalam lagu, kau yang berjanji kau yang mengingkari”, ujarnya disambut tepuk tangan para ulama.
Hasballah Thayib juga menceritakan sekilas tentang kemungkinan menjadi pemimpin. Ia mengatakan, dalam dialog itu bahwa untuk menjadi pemimpin awalnya fardhu kifayah (satu yang mengerjakan semua terlepas dari dosa). “Tapi bisa saja fardhu `ain. Kalau sudah tidak ada lagi, fardhu `ain bagi H Syamsul Arifin untuk maju”, tukasnya.
Menanggapi dukungan itu, H Syamsul Arifin SE menyambutnya dengan hangat. Soalnya, kalau ditaksir dari persentase kemauannya untuk maju masih 5 persen. Pasalnya, ia khawatir dengan kemunculannya bakal menjadi perpecahan bagi umat.
“Terpenting bagi saya bagaimana umat bersatu untuk menetapkan siapa calon yang bakal diusung. Jangan dengan kehadiran saya bisa membuat perpecahan. Tapi, kalau memang tekad kita sudah bulat dan sepakat dengan izin Allah pasti kita menang”, ujarnya.
Jangan Golput
Di bagian lain H Syamsul Arifin juga mengingatkan ulama tentang suara umat Islam yang dimungkinkan tidak akan berpartisipasi pada Pilkada mendatang (Golput). Kalau sudah begini, ujarnya, umat Islam bakal kecewa lagi.
“Saat inilah kesempatan bagi umat Islam untuk menyampaikan aspirasinya, jangan sampai tidak berpartisipasi, karena akan rugi hingga 5 tahun ke depan. Inilah tugas para ulama bagaimana umat mau memberikan suaranya pada Pilkada mendatang”, tegasnya.
Syamsul di akhir dialog itu juga mengingatkan umat Islam tidak seperti memburu rusa. Menurutnya, sebelum berburu seluruh elemen mempersiapkan strategi untuk mendapatkannya. “Tapi setelah dapat semua merasa paling berhak, yang akhirnya berujung pada gontok-gontokan”, tandasnya.
Ia berharap, pertemuan ini bukanlah awal atau akhir silaturrahim umat Islam. Menurutnya, pertemuan ini harus berkelanjutan hingga tingkat bawah, sehingga diperoleh kesepakatan untuk dimunculkan dan menjadi anutan pada Pilkada mendatang.