Thursday, 11 June 2026 |Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.103
Today
:
16.825
Yesterday
:
58.870
Last week
:
227.151
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
07 mei 2007 15:42
Putra Melayu Riau Mendapat Amanah Menjadi Menteri
Pekanbaru- Senin (7/5) sekitar pukul 15.10 WIB menjadi momen yang sangat dinanti oleh sebagian masyarakat Riau. Mereka menanti detik-detik yang bersejarah bagi masyarakat Riau. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan reshuffle kabinet. Salah satu dari sejumlah nama menteri baru yang diumumkan, turut disebut nama Muhammad Lukman Edy, putra Riau kelahiran Teluk Pinang, Indragiri Hilir tersebut dipercaya menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kepercayaan besar yang diberikan Presiden SBY kepada mantan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Riau tersebut tentu sangat membanggakan, mengingat sejak Indonesia merdeka baru satu putra terbaik Riau menjadi menteri, yakni Syarwan Hamid sebagai Menteri Dalam Negeri.
Gubernur Riau Rusli Zainal berharap, agar semua pihak mendukung Lukman Edi menjadi menteri. Sebagai tokoh muda asal Riau, dipercayanya Lukman Edi menjadi menteri tidak hanya menjadi kehormatan bagi PKB, tapi juga bagi masyarakat Riau.
Sementara itu Ketua DPRD Riau Chaidir mengatakan "Ini merupakan kehormatan bagi Riau. Kita semua patut menyukuri dan bergembira atas prestasi gemilang Adinda Lukman Edy." Setahun silam Lukman Edy masih menjadi anggota DPRD Riau. Ia berhenti karena mendapat kepercayaan PKB untuk duduk sebagai Sekjen DPP PKB.
Tanggapan serupa juga disampaikan beberapa rekan Lukman Edy di DPRD Riau, mereka sepakat pemilihan Lukman Edy sebagia Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal adalah hal yang sangat membanggakan.
Masuknya Lukman Edi, yang dilahirkan di Teluk Pinang, Kabupaten Inderagiri Hilir Provinsi Riau, 26 November 1970 itu, menjadikan mantan Ketua DPW PKB Riau dan mantan anggota DPRD Riau ini sebagai menteri termuda di jajaran Kabinet SBY. Sebelumnya, rekor menteri termuda dipegang oleh Menpora Adhiyaksa Dault SH dan Menneg PDT Syaifullah Yusuf.
Kehormatan Riau
Bagi Mantan Mendagri Letjen (Purn) H Syarwan Hamid, yang sebelumnya merupakan satu-satunya putra Riau yang duduk di kabinet menyatakan, penunjukan Lukman Edi tentu sebuah surprise (kejutan) sekaligus penghormatan, tidak saja bagi Lukman sendiri dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tapi juga bagi daerah ini. “Kita mengucapkan selamat, karena ini adalah suatu kehormatan, tidak saja bagi Lukman Edi dan PKB-nya, tapi tentu juga bagi Riau,” kata Syarwan.
Kehormatan yang besar itu, sambung Syarwan, tentu saja harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar pula. Karenanya, Lukman Edy yang sering disapa LE itu, harus benar-benar bijak dan pintar mencari peluang serta mampu membuat terobosan bagi kemajuan bangsa ke depan. “Apalagi pos yang dia tempati itu agak berat, karena hampir semua sudah di-handle menteri yang lain. Makanya, dia harus pintar membangun komunikasi dengan semua menteri, sekaligus bisa pula membuat terobosan-terobosan baru, tambah Syarwan.
Menurutnya, dengan duduknya LE di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), dipastikan akan ada nilai tambah bagi Riau, khususnya dalam melakukan lobi-lobi ke tingkat pusat. Selama ini, Riau lemah di tingkat pusat karena tidak ada putra Riau yang menduduki posisi penting dan strategis di tingkat pusat.
Harapan serupa juga disampaikan peneliti senior LIPI Dr. Alfitra Salamm. Duduknya LE di KIB, bisa membawa harapan baru bagi Riau. “Sebagai menteri, tentu yang dia urus seluruh wilayah NKRI, namun sebagai putra Riau, kita berharap ada prioritas untuk Riau. Apalagi yang dia urus kan daerah tertinggal, sementara di Riau masih banyak daerah tertinggal,” urai pria yang juga kelahiran Riau itu.
Anggota DPD Riau yang juga Sekjen PGRI, Soemardhi Taher, menyatakan terpilihnya Lukman menjadi menteri, merupakan suatu bukti bahwa putra Riau mampu berkompetisi di level nasional. Untuk itu, Lukman Edy harus bisa menjaga amanah itu. “Ini kan amanah, jadi harus dijaga,” kata Soemardhi.
Senada dengan Alfitra Salamm, Soemardhi juga berharap agar Edy mampu mengembangkan Riau. Untuk itu katanya lagi, jika Lukman menjadi Meneg PDT, maka yang bersangkutan jangan lupa mengunjungi dan membantu daerah-daerah tertinggal yang ada di Riau. “Kita masyarakat Riau harus bersama-sama mendukungnya, dan berharap banyak supaya bisa membantu daerah ini,” pinta Soemardi.
Masyarat Riau Harus Bangga
Di tempat terpisah, anggota DPD RI Saleh Djasit yang juga mantan Gubernur Riau menyatakan masyarakat Riau harus berbangga terhadap kepercayaan yang diberikan Presiden untuk mengangkat Sekjen PKB Pusat Lukman Edy sebagai salah seorang menteri dalam reshuffle kabinet yang dilaksanakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY).
Dikatakan Saleh, masyarakat Riau harus berdoa dan memberikan dukungan penuh atas dipercayanya Lukman Edy sebagai salah seorang menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, karena bagaimanapun Lukman Edy merupakan anak jati Riau. “Saya sangat mendukung. Apalagi Lukman Edy memiliki kapabilitas untuk diangkat menjadi menteri. Kalau dia tidak memiliki kemampuan, tidak mungkin dia mampu menjadi Sekretaris Jenderal PKB Pusat,” ujar Saleh, yang dimintai komentarnya saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah dan Pengkaderan DPW PBR Riau di Hotel Ibis, Pekanbaru.
Mahyudin Al Mudra, warga Riau yang kini bermastautin di Yogyakarta menyatakan, “Sebagai warga Riau tentu saya juga bangga, seorang anak jati Melayu dipercaya menjadi menteri negara. Secara kultural hal tersebut akan meningkatkan self confidence warga Melayu yang lain untuk lebih maju dan berkembang. Salah besar jika ada anggapan bahwa Melayu itu lemah dan inferior. Buktinya ya LE itu. Kita berharap LE tidak melupakan Tunjuk Ajar Melayu sebagai ‘pakaian‘ dalam memimpin, yaitu sifat amanah dan bertanggung jawab,” ujar Ketua Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Jangan Membebani
Ketua DPRD Riau drh H Chaidir MM, menyampaikan, masuknya Lukman Edy dalam kabinet patut disyukuri dan patut pula diberi dukungan yang produktif oleh masyarakat Riau.
Menurutnya, berhasilnya Lukman Edy menjadi menteri merupakan prestasi yang luar biasa. “Itu sangat patut disyukuri, walaupun dia menuju ke kursi pengambil kebijakan di pusat ini lewat partai,” sambung Chaidir.
Disebutkannya, mekanisme rekruitmen menteri di Kabinet Indonesia Bersatu ini dilakukan melalui beberapa jalur. Dan itu adalah hak prerogatif presiden untuk menunjuk siapa yang dia percaya. Namun demikian, masyarakat Riau harus memahami bahwa meskipun menteri dari Riau bukan berarti dia mutlak milik orang Riau saja, melainkan seorang menteri adalah milik bangsa Indonesia dan milik semua masyarakat. “Kalau dia dipercaya menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, dia harus fokus memperhatikan semua daerah tertinggal di seluruh nusantara. Dan bukan berarti hanya memperhatikan Riau meskipun Riau banyak daerah tertinggal,” jelasnya.
Untuk itulah Chaidir menilai, masyarakat Riau harus bisa memberikan dukungan positif serta produktif dan jangan sampai membebani dengan beban yang tak mungkin dipikul oleh Lukman Edy. Kalau itu terjadi, berarti bukan dukungan produktif.
Dalam kesempatan lain pada pertemuan antara Gus Dur, Gubernur Riau Rusli Zainal dan Lukman Edy yang berlangsung sehari sebelum pengumuman kabinet (6/5), mantan Presiden RI itu sempat menyampaikan berbagai harapan agar LE sebagai tokoh muda asal Riau agar mampu membuat berbagai terobosan demi kebaikan bangsa ke depan. Gus Dur menyampaikan banyak harapan kepada Lukman selaku tokoh muda agar memberikan yang terbaik untuk bangsa ini.
Riwayat Hidup
Berikut riwayat hidup Muhammad Lukman Edy.
Lahir di Teluk Pinang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, pada tanggal 26 November 1970.
Sekjen DPP PKB periode 2005 – 2010, sebelumnya menjadi DPW PKB Provinsi Riau.
Nama istri, Hj Gustini Zuliaty, SAg. Memiliki tiga anak, Muhammad Syauqi Lukmansyah, Maulana Ali Lutfie, Muhammad ‘Iyyas Shidqy.
Riwayat pendidikan, Sekolah Dasar hingga SMU diselesaikan di Pekanbaru, selanjutnya meraih gelar sarjana Strata Satu (S1) dari Universitas Brawijaya, Malang. Master of Public Administration (S2) dari Universitas Padjadjaran Bandung. Saat ini sedang menjalani program S3 dari Universitas Malaya, Malaysia, Fakultas Sastra dan Ilmu Sosial, jurusan Sosiologi Politik.
Lukman, menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Riau (2004-2009), Ketua DPD Gapensi, Riau, Ketua Bidang Sertifikasi dan Akreditasi Kadin Riau, Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO) Riau, Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Riau (2004-4009).
Riwayat pekerjaan, anggota DPRD Riau 1999-2004 utusan Kepulauan Riau, anggota DPRD Riau 2004 - 2005 utusan Kabupaten Indragiri Hilir.
Direktur Utama PT Inti Grup (konsultan dan kontraktor), dan komisaris di sejumlah perusahaan, yaitu PT Transmalindo Energi (pertambangan dan power plan), PT Megah Karya Prima (kontraktor), Harian Rakyat Riau, Pekanbaru, dan pendiri tabloid politik ‘Pondasi‘.
Lukman juga menjadi penulis tidak tetap di sejumlah media cetak daerah dan nasional, dengan artikel yang beragam mulai dari pendidikan, olahraga, ekonomi, hingga politik.