Tuesday, 25 August 2026   |   Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 1.442
Today : 26.926
Yesterday : 23.903
Last week : 178.006
Last month : 11.454.048
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

10 mei 2007 04:02

Makam Syiah Kuala Jadi Objek Wisata Spiritual

Banda Aceh- Makam ulama besar Aceh, Syiah Kuala, yang bernama asli Syiekh Abdurrauf bin Ali Al-Fansuri di kawasan pantai Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, kini menjadi obyek wisata spiritual.

Ketua Yayasan Syiah Kuala, Machmud Ika, Selasa, menyatakan, hampir setiap hari makam Syiah Kuala ramai dikunjungi penziarah dari berbagai daerah, baik dari Aceh maupun luar daerah. Mereka yang datang umumnya ingin bernazar.

“Yang berziarah di sini, sebagian besar memenuhi nazar dengan melakukan kenduri di lokasi makam, sebagai rasa syukur mereka,” katanya.

Menurut dia, setelah musibah tsunami 2004, para peziarah yang datang ke makam tersebut menunjukkan peningkatan. Tamu yang berkunjung ke Banda Aceh, umumnya selalu menyempatkan diri berziarah ke makam Syiah Kuala.

Makan ulama besar itu tidak hanya dikunjungi turis lokal, tapi juga peziarah manca negara, seperti dari Turki, Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Arab, dan bahkan Polandia.

“Orang luar Aceh, seolah belum tenang jika belum datang ke makam ini,” kata Machmud.

Syiah Kuala merupakan salah seorang ulama Aceh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Aceh pada 1001 Hijriah atau 1591 Masehi. Ia meninggal malam Senin, 23 Syawal 1106H atau 1696M dalam usia 105 tahun.

Di kawasan itu, terdapat 42 nisan lain, yang merupakan makam para sahabat dan murid Syiah Kuala.

Pasca tsunami, makam Syiah Kuala telah dipugar menjadi lebih indah, dan direncanakan pada 2007, pemerintah pusat akan membangun “cungkup” dengan dana sebesar Rp1,4 miliar.

Tidak hanya itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Tata Kota dan Pemukiman, juga telah membagun balai dengan dana Rp1,4 miliar.

Machmud menambahkan, hingga April 2007, jumlah pengunjung makam Syiah Kuala telah mencapai 50.000 orang. “Rata-rata, yang bernazar setap harinya berjumlah 100 hingga 200 orang,” ujarnya.

Syiah Kuala juga diabadikan menjadi nama perguruan tinggi negeri di Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Sumber : www.serambinews.com
Read : 3.716 time(s).

Write your comment !