Sunday, 26 April 2026   |   Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 577
Today : 12.483
Yesterday : 23.172
Last week : 7.342.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

26 november 2007 08:32

Software Pendidikan Indonesia Diminati Negara Lain

Software Pendidikan Indonesia Diminati Negara Lain
Screenshot International Conference on Educational Technology (ICET) 2007

Jakarta- Perangkat lunak atau software pendidikan Pesona Fisika dan Pesona Matematika produksi Indonesia yang dipamerkan dalam International Conference on Educational Technology 2007 di Singapura pekan ini diminati banyak guru dan pemerhati pendidikan dari berbagai negara. Kenyataan ini tentu saja membanggakan karena kualitas software Indonesia dinilai tidak kalah dengan negara lain.

Hary Sudiyono Candra, Direktur PT Pesona Edukasi, mengatakan, software pendidikan Indonesia yang sudah diekspor ke-22 negara itu tetap mendapat perhatian yang cukup luas selama berlangsungnya pameran International Conference on Educational Technology (ICET) 2007 di kampus Republic Polytechnic Singapura. Tawaran kerjasama untuk memakai dan memasarkan software karya asli anak bangsa ini antara lain datang dari pejabat Kedutaan Besar Inggris di Singapura, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan dari India, dan petinggi Kementerian Pendidikan Singapura.

“Rasanya sulit dipercaya jika Kementrian Pendidikan Singapura yang sangat selektif menawari kami untuk presentasi di kantor mereka. Kita boleh berbangga jika Amazing Physics dan Amazing Mathematics yang dipasarkan secara internasional masih terus diminati Negara lain sebagai software pendidikan,” kata Hary.

Menurut Hary, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan software pendidikan. Dalam lima tahun ke depan, Amazing Physics dan Amazing Mathematics ditargetkan bisa dipakai di 50 negara. Untuk memudahkan perluasan pasar, PT Pesona Edukasi membuka perwakilan di Singapura.

"Sekarang yang ada dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Nanti akan ditranslate lagi ke dalam beberapa bahasa negara-negara yang memakainya. Tentu sayang jika negara lain saja memakai produk anak bangsa, dunia pendidikan di Indonesia belum secara maksimal memanfaatkan apa yang sudah ada demi kemajuan belajar anak-anak Indonesia," kata Hary.

Sumber : www.kompas.co.id
Kredit foto : www.icet.com.sg


Read : 3.137 time(s).

Write your comment !