Wednesday, 8 April 2026 |Wednesday, 20 Syawal 1447 H
Online Visitors : 1.119
Today
:
18.023
Yesterday
:
27.260
Last week
:
280.012
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
27 november 2007 06:10
Anugerah Sagang Menuju Rekor Muri
Pekanbaru- Helat malam puncak penyerahan Anugerah Sagang 2007, Senin (26/11) malam di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru berlangsung sukses dan memunculkan rasa bangga. Tak heran, dalam rasa bangga dan haru itu, di akhir sambutannya Ketua Yayasan Sagang H Rida K Liamsi menyampaikan obsesinya, kalau suatu saat nanti Anugerah Sagang akan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri).
“Cita-cita kami, suatu saat nanti Anugerah Sagang ini akan mendapatkan penghargaan dari Muri, sebagai anugerah budaya terlama yang pernah dilaksanakan di Indonesia,” katanya, sebelum mengucapkan salam, mengakhiri sambutannya.
Obsesi ini rasanya bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Karena menurut Rida, yang juga CEO Riau Pos Group itu, filosofi pemberian Anugerah Sagang ini sangat dalam, yaitu semangat dan keinginan untuk menghargai semua jerih payah, komitmen dan prestasi yang telah ditunjukkan oleh para seniman dan budayawan, lembaga budaya atau kreativitas yang tumbuh. “Kami sadar mungkin masih ada kekurangan dalam penilaian, tetapi kami bertanggung jawab penuh atas penjurian ini,” ujar Rida, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim penilai itu.
Rasa itu ternyata tak hanya dirasakan Rida sendiri. Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP di awal sambutannya juga mengakui, Anugerah Sagang yang diselenggarakan Yayasan Sagang ini memang sesuatu yang sangat luar biasa. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Yayasan Sagang merupakan usaha yang saling bersinergi dengan Visi dan Misi Riau 2020, yaitu mewujudkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.
“Saya menghimbau dan mengajak kepada pemerintah daerah, termasuk pemerintah provinsi serta pihak swasta untuk memberikan ruang yang lebih, agar kegiatan Anugerah Sagang ini mendapat dukungan penuh,” ungkap Gubernur Riau.
Anugerah Sagang, adalah helat tahunan yang menjadi agenda rutin Yayasan Sagang, sebuah yayasan di bawah naungan Riau Pos Group yang menaruh perhatian besar terhadap bidang seni dan kebudayaan Melayu.
Semarak Anugerah Sagang 2007 malam tadi, Selain menyerahkan anugerah kepada Seniman/Budayawan Pilihan Sagang, juga diluncurkan lima buah buku, yaitu Dari Belaras ke Semenanjung, berupa kumpulan feature dan foto jurnalistik Rida Award 2007, Komposisi Sunyi (kumpulan saja-sajak yang pernah dimuat di Riau Pos tahun 2007), Keranda Jenazah (kumpulan cerpen-cerpen yang pernah dimuat Riau Pos tahun 2007, Krisis Sastra Riau (kumpulan Esai Riau Pos tahun 2007), dan kumpulan sajak-sajak Hasan Asphahani Orgasmaya. Gubri berkenan membubuhkan tanda tangan di lima cover buku tersebut.
Acara terasa semakin lengkap dengan kehadiran para seniman dan budayawan Riau seperti Dr (Hc) Tenas Effendi, Dr Yusmar Yusuf, Al Azhar, Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) Eddy Ahmad RM, para tokoh masyarakat Riau, T Lukman Jafaar, Tabrani Rab dan lainnya. Sejumlah politisi Riau juga hadir, seperti Ketua DPRD Riau drh H Chaidir MM, anggota DPD dan DPR RI asal Riau H Soemardi Thaher, Mainamah Umar, dan Azlaini Agus, OK Fauzi Jamil, Emrizal Pakis, Joni Irwan, akademisi dan Konsul Malaysia di Pekanbaru.
Anugerah paling prestisius, yaitu untuk kategori seniman/budayawan pilihan diberikan kepada budayawan UU Hamidy.Kategori Buku Pilihan jatuh kepada Trombo Rokan (Buku Besar Alam Manusia dan Budaya Melayu Rokan) oleh Taslim F Datuk Mogek Intan dan Junaidi Syam, kategori karya alternatif pilihan diberikan kepada Opera Melayu Tun Teja (produksi BSO, Yayasan Kesenian Riau CL OFF Riau), institusi budaya pilihan jatuh kepada Geliga (grup musik Melayu beraliran jazz), kategori seniman serantau pilihan diberikan kepada Azrizal Nur (seniman Melayu asal Riau yang sekarang menetap di Jakarta), kategori karya jurnalistik budaya pilihan kepada Ilham Khoiri wartawan Kompas dengan tulisannya bertajuk Metamorfosis Zapin Melayu, dan terakhir kategori karya penelitian budaya Melayu pilihan diberikan kepada Arab Melayu 101 (program penulisan Arab Melayu) hasil penelitian tiga mahasiswa dan alumni UIN Suska Pekanbaru, Yahya Anak Rainin, M Arif dan Jelprison.
Secara keseluruhan prosesi malam puncak Anugerah Sagang malam tadi, diawali dengan arak-arakan tropi dan piagam yang dibawakan bujang dara berpakaian Melayu yang diiringi dengan tiupan nafiri. Selanjutnya, satu persatu penerima anugerah dipanggil naik ke pentas guna menerima penghargaan.
Apa pula komentar Ketua DPRD Provinsi Riau drh Chaidir MM terhadap prosesi ini? Chaidir mengakui, Anugrah Sagang sangat membanggakan dan semakin lama semakin bergengsi. Bukan saja di Provinsi Riau akan tetapi sudah mencapai tingkat nasional. “Anugerah Sagang semakin bergengsi, bahkan sekarang sudah mencakupi tingkat nasional. Dan, saya berharap ke depan hingga ke tingkat internasional,” ungkap Chaidir.
Dalam pada itu, Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) Eddy Akhmad RM dalam sambutannya menyatakan, kebudayaan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Kemajuan yang digapai hari ini, tidak terlepas dari proses kebudayaan yang dimulai sejak hadirnya manusia pertama dimuka bumi ini.
Sementara Rektor Unri Prof DR Ashaluddin Jalil menyebutkan, ini merupakan anugerah yang luar biasa. Kedepan diharapkan lebih berkualitas lagi. Cakupannya bukan saja tingkat nasional saja.
“Saya berharap kedepansampai ke tingkat internasional, sehingga Anugerah Sagang ini benar-benar mendunia. Jadi bukan lingkup Provinsi Riau, Nasional, namun dikenali oleh dunia,” harap tokoh masyarakat melayu ini.
Sedangkan salah seorang penerima Anugerah Sagang UU Hamidy mengatakan, penghargaan ini merupakan ikon utama dunia Melayu, dalam upaya mengembangkan, memperkokohdan mengkaji budayaMelayu secara mendalam. Menurutnya, sudah sejak 500 tahun lalu tradisi ini sudah dibangun dengan bagus oleh orang-orang yang terpandang, cemerlang, dan bijak.