Wednesday, 20 May 2026   |   Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.232
Today : 23.495
Yesterday : 25.387
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

28 november 2007 10:17

Jepang Hibah Perdamaian Aceh Rp 82 Miliar

Jepang Hibah Perdamaian Aceh Rp 82 Miliar

Jakarta- Pemerintah Jepang menghibahkan dana pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian Nanggroe Aceh Darussalam senilai US$ 9 juta atau Rp 82 Miliar. Atase Ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Ken Okaniwa, sejak Desember tahun lalu, Jepang telah memberikan paket bantuan rekonstruksi pascatsunami Aceh US$ 640 juta.

"Untuk pembangunan perdamaian di Aceh juga telah diberikan bantuan sebesar US$ 19 juta," kata Okaniwa seusai upacara pertukaran Nota Mengenai Bantuan Hibah Jepang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Rabu (28/11).

Pertukaran nota disaksikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Republik Indonesia Shin Ebihara dan Kepala Misi International Organization for Migration Indonesia John Stephen. IOM merupakan program bantuan pembangunan kembali daerah korban konflik guna membangun perdamaian Aceh.

Program IOM melingkupi tujuh kabupaten di Aceh di bagian utara, selatan dan tengah NAD.Sasaran pelaksanaan termasuk pelatihan kejuruan, pelatihan untuk memulai bisnis, informasi dan konsultasi bagi 5000 pemuda yang menganggur serta usaha kecil dan menengah di daerah-daerah yang terkena konflik. Program berlangsung sejak hari ini sampai 18 bulan ke depan.

Menurut Okaniwa, efektivitas program termasuk bekas pembangkang politik dan mantan pejuang serta korban konflik di Aceh dapat hidup mandiri secara ekonomi. "Supaya proses perdamaian di Aceh berjalan baik," kata dia.

Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Husni Bahri, program ini nantinya juga akan melibatkan Badan Reintegrasi Aceh yang bukan merupakan Bagian Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh.Program ini sendiri merupakan implementasi MoU Helsinki. "Bantuannya bukan dalam bentuk tunai tetapi membuka lapangan pekerjaan," kata dia.

Menurut Husni, BRA sendiri belum memiliki konsep rigid untuk merealisasikan program IOM Jepang ini. Namun skemanya akan masuk ke sektor ekonomi dan sosial masyarakat NAD yang dituju. "Ini juga akan bekerjasama dengan 17 LSM lokal," kata dia.

Sumber : Tempo Interaktif
Kredit foto : www.macdevcenter.com


Read : 2.797 time(s).

Write your comment !