Thursday, 29 October 2026 |Thursday, 17 Jum. Awal 1448 H
Online Visitors : 814
Today
:
20.234
Yesterday
:
9.404
Last week
:
9.404
Last month
:
45.610.426
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 mei 2007 02:56
Kita Belum Mampu Meramu Kebudayaan Melayu
Yogyakarta- Kebudayaan Melayu tumbuh, berkembang dan berinteraksi semenjak zaman kerajaan Malaka pada abad ke-15. Interaksi inilah yang membangun akulturasi dari berbagai unsur karena kebudayaan Melayu secara geografis mencakup Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunai, Filipina, Thailand Selatan. Pada akhirnya justru kebudayaan Melayu menjadi sangat kaya dan beragam. Sayangnya, kekayaan itu belum mampu meramu kebudayaan Melayu masa lalu, kini dan mendatang dengan baik.
Demikian diungkapkan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE bersama rombongan DPRD Riau dan kepala dinas saat berkunjung ke Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu di Jalan Gambiran Yogya, Rabu (16/5). Kunjungan diterima langsung oleh Pemangku Balai Melayu Mahyudin Al Mudra SH MM. Dalam kunjungan tersebut rombongan berdialog, meninjau langsung aktivitas Balai Melayu seperti penggarapan portal www.melayuonline.com
Menurut Rusli, kunjungan dan melihat aktivitas Balai Melayu bisa memupus kerisauan selama ini tentang budaya Melayu.
"Kunjungan ini menjawab kerisauan dan kegamangan, Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu. Ternyata kebudayaan Melayu justru lengkap di Jalan Gambiran Yogya, bukan di Riau," ucapnya berbangga hati. Melihat kenyataan tersebut, pemerintah Riau berjanji membantu aktivitas Balai Melayu secara konkret.
Mahyudin bersyukur, pemerintah Riau merespons positif hal ini dan akan ditindaklanjuti dengan kerja sama secara konkret.