Thursday, 30 April 2026 |Thursday, 13 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.589
Today
:
21.271
Yesterday
:
22.835
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
18 mei 2007 04:00
Pola Perdamaian Aceh Jadi Rujukan Dunia
Jakarta- Sukses perdamaian di Aceh menjadi inspirasi bagi sejumlah negara di dunia untuk menyelesaikan konflik di wilayahnya dengan menggunakan pendekatan pola Aceh. Negara-negara tersebut antara lain Srilanka, Thailand, Filipina dan Kosovo.
Hal ini dikatakan anggota DPR RI asal Aceh Ahmad Farhan Hamid dan pengamat politik kelahiran Aceh Selatan, Fachry Ali yang tampil sebagai pembicara dalam diskusi buku “Jalan Damai Nanggroe Endatu,” di Press room DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3).
Fachry Ali yang baru saja kembali dari kunjungan ke Helsinki mengatakan, pola pendekatan di Aceh menjadi rujukan bagi penyelesaian masalah Kosovo yang menuntut pembebasan diri (kemerdekaan). “Istilah otonomi khusus menjadi akrab di sana,” kata Fachry Ali.
Farhan Hamid mengatakan dirinya mengetahui persis bagaimana Negara-negara seperti Thailand, Filipina dan Srilanka melakukan pendekatan seperti Aceh untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di tiga Negara tersebut.
Srilanka sampai sekarang belum berhasil menuntaskan konflik antara Macan Tamil dan Sinhela. Sedangkan di Thailand konflik muncul di kawasan selatan. Hal yang sama juga terjadi di Filipina Selatan. “Di dalam negeri, pemerintah mencoba menggunakan cara seperti Aceh untuk menyelesaikan masalah di Papua,” sebut anggota Fraksi PAN dari daerah pemilihan Aceh.
Menyinggung tentang proses perdamaian di Aceh, Fachry Ali mengatakan sangat tergantung dari pemerintah Jakarta dalam memperlakukan Aceh. “Sepanjang Jakarta tidak konsisten melakukan perdamaian, bibit perlawanan akan tetap ada,” sebut Fachry.
Karena itu ia mengharapkan, pencapaian perdamaian di Aceh agar tetap dipertahankan. “Masyarakat di sana sudah capek dengan konflik. Sekarang kalau Anda ke Aceh akan terlihat bagaimana masyarakat Aceh sangat menikmati perdamaian,” ujar Fachry Ali.
Jalan damai
Buku “Jalan Damai Nanggroe Endatu” ditulis Farhan Hamid. Buku itu berisi tentang beberapa catatan penting dalam proses perdamaian yang dilakono Farhan Hamid.
Khusus pembahasan RUU Pemerintahan Aceh, Farhan bahkan begitu detil membeberkan ceritanya hari demi hari. “Saya termasuk rajin membuat catatan. Buku ini termasuk bagian dari catatan harian saya,” jelas Farhan Hamid yang kini menjabat Ketua Forbes Anggota DPR/DPD asal Aceh.
Mengonmentari isi buku tersebut, Fachry Ali mengaku banyak hal-hal baru yang dia temukan. “Termasuk rencana pembentukan Kodam Iskandar Muda pada masa Presiden BJ Habibie, ternyata Farhan yang bikin konsep untuk menunda Kodam di Aceh yang mendapat support AM Fatwa,” kata Fachry Ali mengutip salah satu isi “Jalan Damai.”