Tuesday, 25 August 2026 |Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 1.588
Today
:
29.310
Yesterday
:
23.903
Last week
:
178.006
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 mei 2007 04:36
Gubernur Riau Terima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) M Rusli Mangku Projo
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menganugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) M Rusli Mangku Projo kepada Gubernur Riau HM. Rusli Zainal. Sedangkan Bupati Inhil diberi gelar Kanjeng Mas Tumenggung Muklis Indera Praja.
Yogyakarta- Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Bupati Indragiri Hilir Indra Mukhlis Adnan, Kamis (17/5) masing-masing menerima gelar atau penghargaan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) HM Rusli Mangku Projo dan Kanjeng Mas Tumenggung H Muklis Indera Praja dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Gelar penghargaan ini disampaikan oleh Gusti Bandoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo bertempat di Bangsal Kesatriyan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pemberian gelar kepada Gubernur Riau ini sehubungan dirinya selama ini dinilai berhasil dan telah memberikan perhatian yang besar dibidang pemerintahan.
Selain memberikan penghargaan kepada Gubernur Riau, bersamaan dengan itu juga diberikan penghargaan kepada 166 orang wisudawan lainnya (istilah terhadap orang yang telah diberi penghargaan oleh kraton, red). Hanya saja, dari sekian banyak wisudawan, gelar kraton yang diterima Gubernur Riau merupakan gelar tertinggi yang pernah diberikan pihak kraton kepada pihak Pokawan (diluar pengurus kraton).
Prosesi pemberian gelar kepada Gubernur Riau dan para wisudawan lainnya ini, diawali dengan berkumpulnya seluruh ‘alumni’ di sebuah bangsal yang terletak di luar pagar kraton. Setelah berkumpul di tempat ini beberapa saat, selanjutnya para alumni berjalan kaki memasuki bangsal Kesatryan yang berada dibagian dalam kraton. Kemudian wisudawan duduk bersila dengan membentuk dua bagian. Satu dengan lainnya saling berhadapan. Sementara disisi sebelah kanan para wisudawan dikosongkan sebagai tempat duduk GBPH Joyokusumo beserta keluarga dan para petinggi kraton lainnya.
Setelah GBPH Joyokusumo beserta pejabat kraton datang, baru dilangsungkan acara penganugerahan gelar kepada para wisudawan. Saat para wisudawan menerima penghargaan, satu persatu mereka dengan maju cara laku dhodhok yakni berjalan beringsut menuju kehadapan GBPH Joyokusumo dan menerima Serat Kekancingan atau sejenis SK (Surat Keputusan) bahwa mereka berhak mendapatkan gelar atau penghargaan.
Rusli Zainal selepas penganugrahan gelar yang diterimanya, kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya merasa bersyukur atas penghargaan dan gelar kraton yang diberikan kepadanya. Dengan diterimanya penghargaan dan gelar tersebut, maka dirinya selaku kepala daerah mengharapkan hubungan antara masyarakat Jawa Yogyakarta dengan masyarakat Riau terbina semakin baik.
“Gelar ini tidak bisa diperoleh dengan mudah. Tentu dengan kajian dan pertimbangan yang matang dari pihak kraton. Karena itu, amanat yang terkandung dalam gelar ini akan saya laksanakan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu GBPH H Joyokusumo menambahkan, bahwa penghargaan yang diberikan pihak kraton kepada para abdi dalem ini adalah merupakan abdi dalem budaya, bukan berarti abdinya sultan tetapi abdinya budaya. Karena itu siapapun yang mendapatkan kedudukan tersebut harus mempuyai nilai lebih di lingkungan masyarakatnya dan bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat lingkungannya.
Penghargaan yang diberikan ini menurut Joyokusumo menandakan bahwa penghargaan yang diberikan tersebut merupakan pertanda bahwa kebudayaan Ngayogjakarta Hadiningrat semakin kokoh. Oleh karena itu tidak hanya masyarakat di Pulau Jawa saja yang mendapatkan penghargaan tetapi juga berasal dari luar Jawa seperti Riau. Sehingga inti dari semua ini semakin memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa RI.***
Diolah dari berbagai sumber (dengan perubahan seperlunya)