Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
3.124
Yesterday
:
22.835
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
09 januari 2008 05:53
Sekjen Baru ASEAN Janji Wujudkan Mimpi Para Pendiri
Jakarta– Sekretaris Jenderal baru Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN), Surin Pitsuwan, berjanji akan mewujudkan visi dan mimpi para pendiri sambil bekerja berdasarkan kerangka yang telah ditetapkan dalam Piagam ASEAN. “ASEAN dilahirkan dengan inspirasi untuk membawa masa depan yang cerah dan aman bagi rakyat di kawasannya... saya akan berupaya mewujudkan mimpi menjadi kenyataan... menjaga visi dan mimpi para pendiri tetap hidup,” kata Pitsuwan yang secara resmi menempati kantornya di Jakarta, Senin (7/1), disaksikan oleh seluruh diplomat asing di Jakarta dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Hassan Wirajuda.
Usai serah terima jabatan Sekjen, Direktur Jenderal ASEAN dari Kementerian Luar Negeri Singapura, Jacky Foo, menyerahkan instrumen ratifikasi piagam ASEAN. Singapura merupakan negara pertama yang meratifikasi Piagam ASEAN. Piagam tersebut baru akan berlaku 30 hari setelah ke-10 negara ASEAN menyerahkan instrumen ratifikasinya kepada Sekjen.
“Banyak yang berharap, penyerahan instrumen ratifikasi terakhir dapat dilakukan di Bangkok (tahun ini), mengulangi sejarah 1967, Deklarasi Bangkok (deklarasi pendirian ASEAN, red.),” kata Pitsuwan yang menggantikan Ong Keng Yong. Mantan Menlu Thailand tersebut menyatakan dirinya akan berkunjung ke tiap negara ASEAN dalam beberapa bulan mendatang untuk mendesak seluruh negara agar segera meratifikasi Piagam.
Setelah secara resmi diangkat sebagai Sekjen dalam KTT ASEAN di Singapura, November lalu, Surin langung berangkat ke Hanoi dan menemui Perdana Menteri Vietnam. Menurut Surin, Perdana Menteri Vietnam berjanji untuk segera meratifikasinya. “Saya juga sudah bertanya kepada Menlu (Hassan), apakah Indonesia akan menjadi negara kedua yang akan meratifikasi, Menlu menjawab dengan pelan, akan kami usahakan,” katanya sambil disambut tawa para hadirin.
Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Menlu Hassan menilai paruh tahun pertama 2008 sebagai saat penting bagi masa depan ASEAN, karena anggotanya akan membuktikan komitmen politiknya dengan meratifikasi Piagam ASEAN. Menurut Menlu, selama proses itu, setiap negara anggota ASEAN hendaknya juga dapat mengampanyekan isi Piagam ASEAN kepada seluruh warganya. “Agar masyarakat ASEAN memahami Piagam ASEAN dengan tepat, kemudian mencintai dan merasa memiliki,” katanya.
Menlu menyatakan keyakinannya bahwa dengan Piagam ASEAN, Asia Tenggara akan berhasil mencapai sasarannya menjadi kawasan makmur, sejahtera, terpadu, aman dan berdemokrasi pada 2015. Menlu juga mengungkapkan negara-negara ASEAN yang baru, kini juga tengah menapak dalam pembangunannya dengan Vietnam yang paling menonjol. Dan dengan caring and sharing, “Tidak ada isu yang dapat memecah belah ASEAN,” kata Menlu Hassan.
Komunitas Sosial dan Budaya
Dalam konferensi pers usai acara, Surin menyatakan hal pertama yang akan dia lakukan adalah menciptakan komunitas sosial dan budaya ASEAN. “Pembangunan sosial-budaya ASEAN tidak banyak diperhatikan, padahal saya rasa sangat penting. Kita perlu saling kenal dan memahami satu sama lain,” kata Surin yang dalam sambutan serah terimanya bercerita di Pattaya Thailand dia menemukan ada panti pijat bernama ASEAN dan di Phuket menemukan kios tato dengan nama asosiasi itu. Menurut Surin, negara-negara kawasan ini perlu menciptakan satu jati diri atau identitas ASEAN, sehingga masyarakatnya bisa merasa bangga dan saling memiliki dalam ASEAN. Dia menegaskan akan memberikan perhatian lebih untuk segera mewujudkan pilar ketiga ASEAN itu.
Dengan sifat Piagam ASEAN yang berpusat kepada masyarakat, Surin mengatakan dirinya dan kantornya terbuka bagi siapa saja anggota masyarakat yang ingin menyumbangkan pikiran dan dukungannya. Saat ditanya mengenai kemungkinan terburuk, yaitu tidak semua negara ASEAN meratifikasi Piagam ASEAN, ia menjelaskan bahwa ia telah berbicara dengan sejumlah anggota kelompok tokoh (EPG) ASEAN guna membahas pokok pikiran dalam Piagam ASEAN, yang dapat segera dilakukan tanpa piagam itu. Sekretariat ASEAN, tambah dia, dapat melakukan pengawasan atas pemenuhan kewajiban anggota ASEAN.
Sumber : www.sinarharapan.co.id Kredit foto : www.aseansec.org