You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
14 mei 2007 07:21
Ritual Bakar Tongkang akan Digelar di TMII
Bagansiapi-api- Surat resmi dari Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Riau di Jakarta, Nomor 430/KP3R/III/025/2007, perihal pagelaran budaya Bakar Tongkang yang akan dilaksanakan, Sabtu (14/7) mendatang, di anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), merupakan suatu peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab, dengan tampilnya aset budaya ritual Bakar Tongkang di anjungan Riau di TMII, bisa memperkenalkan Kabupaten Rohil kepada internasional.
Penegasan tersebut disampaikan Sastrawan dan Budayawan Rohil H Sudarno Mahyudin kepada Riau Pos, Sabtu (12/5), di Bagansiapi-api.
“Untuk bisa tampil di TMII itu, bukan suatu perkara yang mudah. Tidak gampang untuk tampil di sana. Makanya, begitu ada kesempatan untuk tampil di TMII, maka manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Kalau kita tidak memanfaatkan kesempatan itu, maka kita akan kehilangan peluang ini. Saya menyarankan kepada Pemkab Rohil termasuk semua komponen yang berkaitan dengan ritual Bakar Tongkang dapat menangkap dan memanfaatkan peluang itu,’’ kata Sudarno.
Dengan memanfaatkan peluang tersebut, tambah Sudarno, Kabupaten Rohil bisa lagi dikenal oleh masyarakat secara internasional. “Di TMII itu, merupakan salah satu sarana tempat berkumpul masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri. Kalau upacara Bakar Tongkang itu bisa kita tampilkan di sana, maka Kabupaten Rohil akan lebih dikenal secara luas lagi. Artinya, selain dikenal oleh masyarakat dalam negeri, juga diketahui oleh masyarakat luar negeri. Apalagi secara historis tentang ritual Bakar Tongkang di dunia cuma ada satu, yakni di Kota Bagansiapi-api saja. Artinya, di tempat lain itu atau negara lain tidak ada,’’ kata Sudarno.
Untuk itu, Sudarno menjelaskan, guna menambah suksesnya pelaksanaan tersebut, maka berbagai persiapan harus dilakukan secara matang dan saling terkoordinasi. Pemkab Rohil perlu menjembatani dan memfasilitasi sehingga pelaksanaan ritual Bakar Tongkang di TMII benar-benar lancar. “Saya menyarankan agar Pemkab Rohil perlu menjembatani dan memfasilitasinya. Salah satu yang harus dilakukan yakni bentuk panitia. Tanpa ada peran serta dari Pemkab Rohil, jelas ritual Bakar Tongkang akan sulit untuk ditampilkan,’’ kata Sudarno.
Di samping itu, lanjut Sudarno, perlunya dukungan serta partisipasi dari semua unsur dan komponen lainnya. Salah satu di antaranya adalah masyarakat Rohil. “Ritual Bakar Tongkang itu adalah khazanah budaya Rohil. Maka, adanya rencana ritual Bakar Tongkang untuk ditampilkan di TMII harus didukung sepenuhnya. Sekali lagi, ini adalah kesempatan emas yang perlu untuk kita manfaatkan sebagai bersama-sama. Jadi, kita harus bersama-sama memberikan dukungan agar ritual Bakar Tongkang itu benar-benar bisa tampil di TMII,’’ kata Sudarno.
Sementara, peluang lain yang dapat dimanfatkan dari penampilannya di TMII nanti yakni di bidang ekonomi. Salah satu di antaranya menjual produk-produk yang berkaitan dengan ritual Bakar Tongkang kepada masyarakat secara luas. “Kalau pelaksanaan Bakar Tongkang di TMII ini bisa diwujudkan, saya pikir banyak peluang yang bisa kita tangkap. Salah satunya memperkenalkan kerajinan maupun lainnya sebagai cenderamata dari Rohil,’’ kata Sudarno.