Saturday, 13 June 2026 |Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.117
Today
:
18.489
Yesterday
:
18.252
Last week
:
227.151
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
01 februari 2008 05:08
Heboh Guci Kuno di Dasar Sungai Barito
Banjarmasin- Benda-benda bersejarah masih berserakan di dasar Sungai Barito. Jika beberapa waktu lalu ditemukan mortir raksasa, kemarin, penyelam tradisional menemukan sebuah guci.
Guci yang biasa disebut tajau belanga ini diduga peninggalan zaman kerajaan Banjar. Guci itu ditemukan di kawasan Pulau Kembang Banjarmasin, Rabu (30/1) pukul 12.00 Wita.
Benda bersejarah tersebut, ditemukan kelompok penyelam tradisional yang dipimpin Amang Asrawi (50), warga Alalak Selatan di dasar Sungai Barito.
Barang tersebut diangkat ke darat dan dibawa pulang. Sontak saja, penemuan barang yang berukuran sekitar 80 sentimeter dengan diameter 20 sentimeter itu menggegerkan masyarakat sekitar.
Warga Alalak berbondong-bondong ke rumah Amang Asrawi. Selain ingin melihat dari dekat, guci yang warnanya hitam kecoklatan tersebut, juga ingin mendengarkan suara yang menurut sebagian warga berupa bunyi gamelan yang keluar dari dalam guci tersebut.
Bahkan guci itu, dihiasi bunga warna-warni yang digantung di bagian `telinga`.
Informasi yang berhasil dihimpun BPost menyebutkan, seperti biasa, kelompok penyelam yang terdiri delapan orang tersebut turun ke sungai dengan menumpang dua buah kelotok. Mereka menyusuri Sungai Barito sejak Rabu (30/1) pagi.
Aktivitas tersebut sudah biasa dilakukan para warga tersebut. Target utamanya adalah batang kayu yang tenggelam di dasar sungai kemudian diangkat ke darat dan digergaji, lalu dijual.
Setelah beberapa jam melakukan penyelaman ke dasar sungai, penyelam justru menemukan barang yang dianggapnya besi tua. Namun, setelah diangkat beramai-ramai ke permukaan air ternyata berbentuk guci yang terbuat dari tanah liat.
"Pikir kami besi tua. Meski tidak dapat kayu, kalau dapat besi kan juga bisa dijual ke penjual besi tua. Tapi ternyata malah barang seperti ini," ujar seorang penyelam, Abas keheranan.
Karena dianggap langka, akhirnya benda tersebut dibersihkan di bantaran sungai, sebelum dibawa pulang. Sayangnya, tidak ada tulisan maupun tanda-tanda di bagian badan benda tersebut.
Diyakininya, benda itu sebagai benda purbakala berumur ratusan tahun, karena warnanya coklat kehitaman dan ditemukan di dasar sungai.
"Meski banyak guci, tapi bentuknya kan masih tradisional sekali. Makanya kami yakini ini peninggalan zaman dulu," urainya.
Sebelum menemukan benda tersebut, menurutnya, dia sempat mendengar suara jeritan seorang perempuan yang minta tolong di dasar sungai tersebut.
Tidak lama kemudian, saat tangan mereka menggerayangi dasar sungai itu memegang benda tersebut. Akhirnya beramai-ramai barang itu diangkat ke permukaan yang ternyata berupa guci.
"Awalnya terdengar suara minta tolong perempuan di dasar sungai tadi. Ternyata tangan kami ini memegang benda tersebut, yang kami kira besi tua. Setelah diangkat ternyata berupa guci," jelas Abas.
Sumber : www.banjarmasinpost.co.id Kredit foto : bp2.blogger.com