Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.090
Today
:
16.720
Yesterday
:
25.387
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 februari 2008 07:06
Penyanyi Batam dan Pekanbaru Rebut Terbaik Pertama
Festival Lagu Zapin se-Indonesia
Bupati Bengkalis H Syamsurizal menerima cenderamata dari Ketua Yayasan Panggung Melayu, Asrizal Nur yang juga Ketua Semarak Negeri Zapin pada acara malam puncak di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Jakarta– Festival Lagu Zapin se-Indonesia yang ditaja Yayasan Panggung Melayu (YPM) Depok sejak Jum‘at (15/2) lalu, Senin (18/2) malam lalu sampai pada acara puncak. Pada malam penutupan festival yang ditaja dalam rangka helat seni bertajuk ‘Semarak Negeri Zapin‘ (SNZ) itu, Teti Indriati dan Lansyah Ruzh, berhasil menjadi yang terbaik untuk kelompok wanita dan pria.
Kedua penyanyi asal Batam (Kepulauan Riau) dan Pekanbaru (Riau) itu, berhak atas hadiah masing-masing Rp 7 juta serta piala tetap Bupati Bengkalis. Sedangkan untuk juara II dan III kelompok wanita diraih Supriani Dewi (Palembang, Sumatera Selatan) dan 5 juta Raja Hafizah (Tanjung Pinang, Kepulauan Riau).
Sementara untuk kelompok pria, juara II dan III diraih Mozzaik Aldie Arsyad (Jakarta Timur, DKI Jakarta) dan Yohandi (Tanggerang, Banten). Selain piala tetap Bupati Bengkalis, masing-masing pemenang II mendapat hadiah uang tunai Rp 5 juta. Sedangkan untuk juara III sebesar Rp 3 juta.
Selain pemenang I, II dan III, jelas ketua YPM yang juga ketua penyelenggara SNZ, Asrizal Nur, pada festival itu juga diberikan penghargaan khusus kepada peserta tertua dan termuda. Peserta tertua diberikan pada Umi Salamah asal Pontianak (Kalimantan Barat) serta Anita Rahmadani asal Pekanbaru (Riau).
“Peserta termuda berusia 15 tahun,” terang Asrizal Nur seraya mengatakan bertindak selaku juri pada festival yang diikuti sekitar 100 peserta itu adalah Ari Wibowo (ketua) dengan anggota Musrial Mustafa, H Alik Ababil dan Darmansyah.
Menanggapi besarnya minat peserta yang mengikuti Festival Lagu Zapin itu, Syamsurizal mengaku tidak menyangka sama sekali. Ungkapan spontanitas itu, disampaikannya saat akan membuka amplop yang berisikan pemenang dan mengumumkan nama pemenang I untuk kategori wanita.
Menurut Syamsurizal, banyak peserta dan adanya pemenang festival dari luar Riau dan Kepulauan Riau, membuktikan bahwa lagu Zapin sudah cukup dikenal dan diminati kalangan luas.
“Awalnya saya menduga pemenang festival ini tidak akan ada dari luar Riau dan Kepulauan Riau. Nyatanya, prediksi saya itu tidak benar,” ujar Syamsurizal seperti dilaporkan Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri, yang turut menghadiri malam puncak SNZ itu.
Memang, seperti dikatakan Asrizal, selain kedua provinsi ‘serumpun‘ itu, festival itu diikuti sejumlah peserta dari sejumlah provinsi seperti Sumatera Selatan, Jambi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan.
“Yang menggembirakan, masing-masing daerah mengutus penyanyi yang berbakat dan potensial melahirkan penyanyi Melayu yang profesional,” kata Asrizal.
Sehubungan dengan itu serta untuk lebih membumikan lagu Zapin dalam blantika musik dan berkesenian di tanah air, Syamsurizal berharap, seluruh komunitas seni dan budaya Melayu di tanah air dapat bekerjasama.
“Bahu membahu dan terus melakukan berbagai upaya penguatan dan pelestarian kebudayaan Melayu. “Termasuk Zapin. Sehingga ke depan, terutama di kalangan generasi muda Melayu, eksistensinya tetap dapat berkekalan,” harapnya.
Johan juga melaporkan, selain Gubernur Riau yang diwakili Kadis Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Joni Irwan, sejumlah pemuka masyarakat Melayu Riau di Jakarta juga turut hadir dalam malam puncak SNZ yang ditaja di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) itu. “Diantaranya mantan Mendagri H Syarwan Hamid. Termasuk juga atase kebudayaan Negeri Jiran Malaysia,” terang Johan.
Sedangkan dari Bengkalis, diantaranya Ketua DPRD yang juga Ketua Dewan Kesenian Bengkalis H Riza Pahlefi beserta isteri Ny Hj Hera Tri Wahyuni Riza. Kemudian, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sya‘ari, Kadis Koperasi dan UKM H Umran, Kadipenda H Tuah Hasrun Saily, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Investasi H Andre Sukarmen, serta Kabag Kesra HA Halim.
Masih menurut Johan, selain diisi peluncuran album Zapin Bermadah (album kedua penyanyi Bengkalis, Oesman dan Rini Fakhriani), malam puncak SNZ juga diisi pemutaran film dokumenter, opening performance bersama Hendri Lamiri dan Sanggar Putih Melati, persembahan lagu oleh Darmansyah, Yunita Ababil, Wawa Marisa, Osman, dan Rini. “Serta orasi budaya Riza Pahlevi dan Maman S Mahayana,” papar Johan.