Wednesday, 20 May 2026   |   Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.057
Today : 16.594
Yesterday : 25.387
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

20 februari 2008 03:25

Tahun 2009, Kota Binjai Fokus ke Pariwisata

Tahun 2009, Kota Binjai Fokus ke Pariwisata
Kantor Walikota Kota Binjai, Sumatera Utara.

Binjai– Kalangan DPRD Kota Binjai mengusulkan pada APBD 2009 mendatang difokuskan membangun objek wisata. Sebab, sektor ini sangat berpotensi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

”Kita melihat sektor lain seperti pendidikan dan infrastruktur sudah cukup baik di Binjai. Jadi yang perlu diciptakan tahun depan adalah membangun objek wisata,” ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Kota Binjai Sri Noor Alamsyah Putra. Kires –demikian sapaan akrab Sri Noor Alamsyah Putra– menyebutkan, objek wisata yang nantinya dibangun juga harus memiliki nilai jual yang tinggi.

Selain itu, juga tidak monoton dan memiliki ciri khas tersendiri. ”Artinya, mampu menarik minat wisatawan datang ke Binjai dan tidak menjenuhkan. Kalau wisatawan betah dengan objek wisata yang ada,otomatis juga akan menghasilkan,” ujarnya. Kires mencontohkan, Pemko Binjai bisa membuat titi gantung tradisional. Misalnya, titi gantung yang menghubungkan Binjai Kota ke Kel Payaroba, Binjai Barat.

Di sekitar titi gantung juga bisa ditambah kolam buatan yang dilengkapi wisata kuliner. ”Untuk membuat tempat wisata seperti itu dibutuhkan lahan seluas 15 hektare. Selain itu, juga dibutuhkan tenaga profesional yang mengonsep semuanya. Selama ini kan tidak ada tenaga profesionalnya. Yang ada hanya tenaga pendengar,” paparnya.

Hal yang sama diusulkan anggota Komisi A DPRD Kota Binjai Choirut Tanjung. Dia menyarankan Pemko Binjai memberdayakan keberadaan daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Binjai untuk dijadikan tempat wisata. Di samping itu, Pemko Binjai perlu melakukan kerja sama dengan Pemkab Langkat bersama membuat perda yang mengatur tentang pelarangan menanam pohon sawit di pinggiran sungai.

”Selain pohon sawit tidak sesuai, tanaman sawit juga akan merugikan masyarakat. Bayangkan saja kalau setiap hari air terserap 200 liter. Sebagai gantinya, tanam saja pohon karet, itu malah akan lebih menguntungkan, ”ujarnya.

Sementara menanggapi rencana Dinas Pariwisata akan mendirikan Binjai Square, Sri Noor dan Choirut menilai bahwa wisata kuliner yang akan didirikan di dekat Lapangan Merdeka tidak tepat. Selain mematikan pedagang kuliner yang sudah ada sebelumnya, Binjai Square juga hanya menjadi tempat yang mubazir.

Sumber : www.seputar-indonesia.com
Kredit foto : id.wikipedia.org


Read : 4.786 time(s).

Write your comment !