Sunday, 19 April 2026   |   Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 3.139
Yesterday : 26.672
Last week : 249.242
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 februari 2008 05:16

Museum Tan Malaka di Sumbar Diresmikan

Museum Tan Malaka di Sumbar Diresmikan

Bukittinggi- Rumah gadang tempat kelahiran tokoh besar dan pahlawan nasional Tan Malaka di Kanagarian Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar), diresmikan sebagai Museum dan Pustaka Tan Malaka, Kamis (21/2).

Rumah gadang yang dulu digunakan untuk tempat tinggal keluarga Tan Malaka diubah menjadi tempat pamer berbagai jenis perabot yang pernah digunakan Tan Malaka, seperti tempat tidur, kursi, piringan hitam, pemutar piringan hitam, serta pembatas ruangan.

Sejumlah foto Tan Malaka juga dipasang di seputar dinding rumah gadang itu. Foto Tan Malaka bersama Presiden Soekarno saat berjalan menuju Lapangan Ikada, tahun 1945, juga terlihat di salah satu foto yang tertempel di bagian dalam rumah gadang.

”Kami mengumpulkan sejumlah barang milik Tan Malaka, yang pernah digunakan oleh beliau semasa hidup. Barang-barang itu memang menjadi koleksi keluarga. Sebagian barang memang sudah rusak,” tutur Annizarni, salah seorang keturunan Tan Malaka.

Buku

Buku-buku yang pernah ditulis oleh Tan Malaka juga tersimpan di rumah gadang itu, seperti Madilog dan Dari Penjara Ke Penjara. Beberapa buku tentang Tan Malaka yang ditulis oleh sejarawan juga ditaruh di dalam rumah gadang, seperti Verguisd en Vergeten karya Harry Albert Poeze, serta Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau karya Zulhasril Nasir.

Annizarni mengatakan, koleksi museum masih perlu ditambah karena yang ada saat ini masih sangat minim.

Untuk itu, perlu upaya dari pemerintah daerah untuk ikut memperkaya koleksi museum dan pustaka.

Sumber referensi

Keluarga Tan Malaka berharap Museum dan Pustaka Tan Malaka ini bisa menjadi sumber referensi tentang Tan Malaka. Pihak keluarga juga menyediakan pondok-pondok di sekitar rumah gadang untuk tempat diskusi para pengunjung.

Peresmian Museum dan Pustaka Tan Malaka secara simbolis dilakukan oleh Direktur Nilai Sejarah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Magdalia Alfian.

Tan Malaka terlahir dengan nama Ibrahim di Pandan Gadang tahun 1896. Tan Malaka dikenal sebagai penentang demokrasi Belanda tahun 1948. Dia banyak dimusuhi pemerintah karena pemikiran-pemikirannya yang berbentuk kritik.

Ia menjadi target pengejaran pemerintah, termasuk di Belanda ketika Tan Malaka tengah bersekolah.

Beberapa kali dia masuk penjara, dan di situlah Tan Malaka melahirkan buku Dari Penjara Ke Penjara yang diterbitkan dua jilid.

Tan Malaka wafat pada tahun 1949, dan kuburannya diketahui berada di Kota Kediri, Jawa Timur.

Sumber : www.kompas.com
Kredit foto : id.wikipedia.org


Read : 4.144 time(s).

Write your comment !