Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
2.934
Yesterday
:
22.835
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
18 maret 2008 08:13
Riau Gerbang ASEAN Security Community
Pekanbaru- Negara-negara ASEAN berencana membentuk komunitas keamanan atau ASEAN Security Community yang sudah dimulai dari sekarang dan ditargetkan diresmikan pada konfrensi 2015 mendatang. Komunitas ini tidak hanya mencakup keamanan saja, tapi juga ekonomi, sosial budaya, pariwisata hingga politik. Riau disebut sebagai salah satu pintu gerbang yang berdampak langsung dengan komunitas tersebut.
Hal ini dikemukakan Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Deplu RI, I Gede Ngurah Swijaya kepada wartawan, Sabtu (15/3) yang menghadiri kegiatan Branc of KOMAHI Present International Issues in seminar and talkshow, ASEAN Security Community goes to Prosperity, Peace and harmony di Hotel Ibis Pekanbaru. Selain itu, juga menyampaikan materi, yaitu Effendi Ghazali Koordinator Program Magister Komunikasi Politik UI dan Bintarto Bandoro dari CSIS Jakarta.
Dikatakan I Gede, karena Riau berbatasan langsung dengan negara ASEAN, harus disiapkan segala halnya mulai kesiapan pemerintah terutama sumber daya manusianya. Dengan adanya kerja sama ini, dari segi ekonomi nantinya ASEAN akan jadi pasar tunggal dan basis produksi sehingga ini provinsi yang berbatasan langsung dengan ASEAN paling pertama merasakan dampaknya.
“Nanti negara maju akan menjadikan negara ASEAN sebagai basis produksi mereka karena akan lebih menguntungkan. Di bidang keamanan, untuk mengatasi bentuk ancaman baru seperti teroris, penyeludupan, perdagangan manusia, cyber crime dan saat ini sudah terbentuk forum menteri pertahanan ASEAN tapi bukan untuk kekuatan militer,” katanya.
Kerangka kerja sama ini ditambahkannya juga termasuk lingkup pariwisata, mengatasi penyakit wabah menular seperti flu burung. Untuk flu burung ini, sekarang sudah ada kerja sama dengan penyediaan stok tamiflu atau obat anti flu burung di ibu kota negara terutama Singapura yang siap di-suply untuk negara yang memerlukan segera.
“Riau juga tempat barang penyeludupan termasuk manusia. Sekarang juga sudah ada kerja sama konfirm kontak bagi negara-negara ASEAN untuk masalah penyeludupan yang dipusatkan di Semarang. Jika ada informasi penyeludupan, maka sudah ada kerangka kerja sama bersama mengatasinya dengan saling bertukar informasi sampai langkah bersama,” tuturnya.
Sementara itu, drh Chaidir MM yang membuka kegiatan itu sendiri menyampaikan, sudah saatnya Indonesia dan Riau khususnya bersikap bijaksana untuk meningkatkan taraf ekonomi yang lebih baik. Saat ini, katanya, bangsa ini mengalami kemunduran yang tidak diperhitungkan lagi di kancah internasional.
“Untuk investasi misalnya. Jika ada investor asing akan masuk, akan diperumit oleh banyaknya pungutan dengan dalih berbagai macam. Kondisi bangsa ini sudah terpuruk dalam dekade ini paling tidak di mata negara internasional. Maka dari itu, tingkatkan kapabilitas diri kesiapan menghadapi berbagai persoalan,” tutur Chaidir.
Sumber : www.riaupos.com Kredit foto : www.aseansec.org