Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.041
Today
:
20.359
Yesterday
:
25.387
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
02 april 2008 03:30
Indonesia dan China Bangun Baliho untuk Promosikan Situs Purba dan Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Museum Manusia Purba Sangiran.
Jakarta- Pemerintah Indonesia dan China masing-masing akan membangun baliho besar untuk mempromosikan situs purba sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke obyek wisata sejarah kelas dunia di kedua negara tersebut.
"China membangun baliho besar di kawasan situs purba di Cokoan, di sana ada ajakan kepada pengunjung untuk melihat situs purba di Sangiran Jawa Tengah, dan sebaliknya di Sangiran kita juga membangun baliho besar ada tulisan yang mengajak untuk melihat situs purba di Cokoan di China," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik seusai menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (Memorandum of Understanding) oleh Dirjen Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar dan President Director ICBC Indonesia Yuan Bin untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia serta menyukseskan Visit Indonesia Year 2008 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (1/4).
Kawasan situs purba Sangiran, Jawa Tengah, menjadi perhatian dunia karena di tempat itu ditemukan fosil tengkorak manusia purba tertua di dunia homo erectus usianya diperkirakan lebih dari 700.000 tahun. Kawasan situs Sangiran tersebut oleh pemerintah diusulkan ke UNESCO agar menjadi warisan dunia (world heritage). Sedangkan China juga memiliki situs purba di Cokoan yang ditemukan fosil tengkorak purba tua dunia Pekinensis.
Indonesia dan RRC juga melakukan kerjasama bidang peninggalan benda cagar budaya bawah air, antara lain berupa kapal tenggelam yang tersebar di berbagai lokasi. Kapal tenggelam itu dalam pelayarannya di masa lampau membawa muatan (kargo) di antaranya berupa benda souvenir untuk hadiah para raja dari keramik, porselain, perak, dan emas.
Sumber : www.budpar.go.id Kredit foto : www.soloraya.co.id