You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
24 april 2008 06:25
Masyarakat Aceh Alami Degradasi Mental
Pidie Jaya- Secara umum, masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam termasuk masyarakat di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, akhir-akhir ini mengalami degradasi mental akibat budaya asing dan persaingan hidup yang semakin ketat, sehingga rasa kebersamaan makin memudar.
Sikap individualis yang semakin menonjol di masyarakat membuktikan warga Pidie dan Aceh sudah mengalami degradasi mental," kata Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Pidie Jaya, Drs. Abdul Wahab Ibrahim, Rabu (23/4).
Dijelaskan, degradasi mental yang menyelimuti sebagian besar warga Pidie maupun Aceh bukan terjadi begitu saja, tapi sejalan dengan arus globalisasi dan perkembangan zaman, terutama masuknya budaya barat (luar). Kondisi ini juga mempengaruhi moral masyarakat.
Analisis terhadap terjadinya degradasi mental diukur dengan mulai menipisnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama dan budaya daerah sendiri, serta sikap pragmatis masyarakat yang dominan mengedepankan materi atau finansial dalam mengukur sesuatu.
Jika ketiga hal itu terus berkembang dan diprediksi akan terus berkembang, kata Abdul Wahab, suatu saat Pidie dan Aceh yang dikenal sebagai daerah budaya yang memegang teguh falsafah fanatik adat, budaya, dan agama, akan berganti dengan budaya “cuek” (siapa lu, siapa gue), sehingga nilai-nilai sosial dan kebersamaan tidak dihiraukan lagi.
Untuk mengantisipasi, perlu dilakukan proteksi terhadap kebudayaan dan perilaku masyarakat oleh pemerintah daerah bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat berbagai kalangan, seperti alim ulama dengan mencari rumusan peraturan yang memiliki payung hukum sebagai dilakukan Sumatra Barat.
Hal yang sama sebelumnya disampaikan Bupati Pidie Jaya, Drs. H. Salman Ishak, M. Si yang merasa risau dan khawatir dengan adat dan budaya Aceh yang akan musnah ditelan zaman. Pasalnya, banyak masyarakat terpengaruh dengan kehidupan globalisasi yang cenderung melupakan budaya sendiri.(b21)
Sumber : www.waspada.co.id (24 April 2008) Kredit foto : www.acehinstitute.org