You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
02 mei 2008 04:20
Gelar Negeri Pantun Dikukuhkan di Jakarta
Jadi Muatan Lokal Sekolah
Screenshoot Tanjung Pinang Negeri Pantun.
Tanjungpinang- Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, Hj Suryatati A Manan, Selasa (29/4) malam bertempat di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta mengukuhkan Kota Tanjungpinang sebagai Negeri Pantun. Pengukuhan ditandai dengan peluncuran website Tanjungpinang Negeri Pantun dan peluncuran buku Negeri Pantun.
Wako menjelaskan, pengukuhan Kota Tanjungpinang sebagai Negeri Pantun tidak saja memperjelas asal muasal pantun dari Kota Tanjungpinang. Tapi juga sebagai usaha memperkenalkan kembali pantun di tengah kehidupan masyarakat.
”Sebagai upaya melestarikan pantun yang merupakan aset budaya,” kata Wako, di malam pengukuhan yang dihadiri sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat, gubernur, bupati, dan wako, seniman, budayawan, pelaku seni, pejabat serta undangan itu.
Disebutkannya, di Tanjungpinang, berpantun tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pantun bisa diibaratkan seperti lagu dengan nada. Perkembangan dan pengunaan pantun, sangat berhubungan erat dengan adat istiadat dan diucapkan dalam setiap acara.
”Berpantun selalu diucapkan baik, itu diawal sambutan suatu acara maupun di akhir suatu acara. Kepedulian serta keinginan masyarakat buat berpantun didukung Pemko, mulai dari tingkat rukun tetangga sampai ke tingkat provinsi dan di Tanjungpinang Negeri Pantun ini,” jelas Wako, di Festival Pantun Serumpun (FPS) se Asia Tenggara tersebut.
Kesungguhan Pemko Tanjungpinang dalam menumbuhkan kembali budaya berpantun telah dilakukan mulai awal dengan menjadikan pantun sebagai muatan lokal (mata pelajaran, red) di sekolah dasar (SD) sampai kejenjang sekolah menengah atas (SMA).
”Hasilnya, kini pemantun muda ada dimana-mana. Kalau dulu hanya kaum tua yang berpantun, kini kaum muda pun telah berpantun. Mereka pun lebih kontekstual, bervariatif dan lebih inovatif. Berpantun juga banyak melalui SMS, dan buku-buku baik yang dalam proses penyusunan mahupun yang telah terbit.
Agar pantun dapat lebih dikenal Pemko Tnjungpinang membuka website Tanjungpinang Negeri Pantun, sekaligus mentabalkan Tanjungpinang sebagai Negeri Pantun,” jelas Wako.
Festival Pantun Serumpun (FPS) se Asia Tenggara kerjasama Yayasan Panggung Melayu (YPM) dan Pemko Tanjungpinang, dihadiri Dubes Rusia, Dubes Suriname, Pakistan, Brunei Darusallam, Pemprov Babel, Pemko Pontianak, Pemko Depok dan Deli Serdang.
Deputi Menpora, Sakhyan Asmara turut menunjukan kepiawaian dalam berpantun. Kata sambutan yang disampaikan pun disampaikan melalui pantun. Melalui pantun itu pula, Sakhyan menyingung mengenai kepemudaan, emuji-muji Pemko dan Wako Hj Suryatati A Manan. Sementara Wakil Dubes Malaysia Anwar Sakti Bakar merasa berada di tanah airnya di Malaysia.
Pantun, kata Anar Sakti Bakar merupakan symbol hubungan Melayu di nusantara. Hubungan itu, jelasnya telah terjalin panjang setidaknya lebih dari 6 ratus tahun. ``Oleh sebab hubungan yang panjang itulah negeri ini (Pulau Jawa dan Indonesia) tak pernah kami lupakan,” jelasnya. (amr)
Sumber : Batam Pos Kredit foto : screenshoot website Tanjung Pinang Negeri Pantun (www.negeripantun.com)