You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 mei 2008 04:16
Penonton Berpoco-poco Bersama Pada Festival Budaya Indonesia di Queanbeyan, New South Wales
Canberra- Masyarakat Indonesia di Queanbeyan, New South Wales, yang tergabung dalam Indonesian Community of Queanbeyan Association bekerjasama dengan KBRI Canberra, KJRI Sydney, Queanbeyan City Council dan Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) wilayah ACT telah menyelenggarakan Festival Budaya Indonesia bertempat di Queanbeyan Conference Centre pada tanggal 18 Mei 2008.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 pengunjung tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI, Tm Hamzah Thayeb. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Wakil Walikota Queanbeyan,Ann Rocca dan beberapa councillors Dewan Kota Queanbeyan.
Dalam sambutannya mewakili Walikota Queanbeyan,Ann Rocca (Deputy Mayor of Queanbeyan) menyambut baik kegiatan Festival Budaya Indonesia yang digagas oleh komunitas Indonesia di Queanbeyan dan berjanji akan terus memberikan dukungan khususnya pendanaan bagi kegiatan kebudayaan semacam ini yang turut memperkaya kehidupan multikultural di wilayah Queanbeyan.
Sementara itu, Duta Besar RI dalam sambutannya menyatakan bahwapenyelenggaraan Festival Budaya Indonesia tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat Australia untuk menikmati kekayaan dan keragaman seni budaya Indonesia, menumbuhkembangkan saling pengertian diantara masyarakat kedua negara, dan mendorong pemajuan people-to-people contact bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia-Australia. Selain itu, Duta Besar RI menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan pula untuk mendukung program “Visit Indonesia Year 2008” yang dicanangkan oleh Pemerintah.
Pagelaran kesenian yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 14.00 tersebut ini menampilkan Tari Gembira dan Tari Piring dari Sumatera Barat yang dibawakan oleh para pelajar Yarralumla Primary School, serta Tari Saman (Aceh) dan Tari Ngibeng (Jawa Barat) yang dibawakan secara atraktif oleh para mahasiswa PPIA. Acara dimeriahkan pula dengan unjuk kemampuan berbahasa Indonesia oleh empat pelajarsekolah dasar dari Turner School. Para pelajar yang rata-rata telah mempelajari bahasa Indonesia selama tiga tahun tersebut memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia kepada hadirin.
Selain menampilkan tarian tradisional, acara diisi pula dengan presentasi dari Indonesianis Australian National University (ANU), Dr. George Quinn yang menyampaikan pemaparan mengenai “A Pilgrimage Through Java in Search of Islam”.
Para pengunjung yang hadir juga tampak antusias memadati gerai makanan Indonesia yang disajikan oleh restoran Indonesia di Canberra, Indo Cafe. Sejumlah brosur wisata Indonesia, baju daerah, wayang dan workshop gamelan turut digelar dalam festival ini.
Festival Budaya Indonesia semakin semarak dengan diadakan pengundian raffle ticket dengan hadiah vouchers belanja dari sejumlah sponsor. Sebelum ditutup, para penonton diajak untuk menari Poco-poco bersama yang dipandu oleh event coordinator. Walaupun sebagian besar penonton warga Australia baru pertama kali menyaksikan tarian ini, namun mereka tampak bersemangat dan tidak terlalu menemui kesulitan untuk mengikuti gerakan tari Poco-poco yang ringan dan lincah ini.
Para pengunjung warga Australia yang sebagian besar berasal dari wilayah Queanbeyan dan sekitarnya tampak terkesan dengan pagelaran kesenian tersebut. Mereka mengharapkan agar acara serupa dapat diselenggarakan kembali bagi publik Australia.