Friday, 18 April 2014   |   Friday, 17 Jum. Akhir 1435 H
Online Visitors : 1.075
Today : 3.474
Yesterday : 23.836
Last week : 148.067
Last month : 2.006.207
You are visitor number 96.606.966
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

05 juni 2008 05:49

Menggali Tradisi, Menciptakan Kreasi

Menggali Tradisi, Menciptakan Kreasi
Peserta dari Nusa Tenggara Barat membawakan tari Barong Girang
dalam Festival Nasional Tari Tradisional Indonesia 2008 di Jakarta.

Jakarta- Sejumlah lelaki bertelanjang dada, dengan kepala berhias rumbai-rumbai, melompat-lompat dinamis. Beberapa perempuan menyerahkan gendang tifa kepada mereka. Seiring tepukan pada tifa, mereka bergerak lincah.

Itulah Wor Sireb atau tari tifa yang merupakan sebuah adegan tari tradisional, cungkilan dari sebuah pesta ritual ”Munara An Binggon”. Dalam tarian ini kaum perempuan Biak, Papua, menunjukkan eksistensinya sebagai kaum kreatif yang patut dihormati suku dan kerabatnya.

Tari tifa itu merupakan salah satu tarian yang ditampilkan pada Festival Nasional Tari Tradisional Indonesia 2008 yang digelar di ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Center, Rabu (4/6).

Festival tari ini akan berlangsung setiap hari hingga Minggu (8/6) dimulai pukul 10.00. Pada pergelaran Rabu kemarin ditampilkan tujuh tarian, yakni dari Sumatra Selatan (Kumpai Beranyut), Nusa Tenggara Barat (Barong Girang), Sumatra Barat (Padi Manguniang), Bali (Somya), Kalimantan Barat (Main Lalau), Maluku (Bulu Gila), dan Papua (Wor Sireb).

Dari Munara An Binggon inilah tari Wor Sireb dimainkan sebagai salah satu alat komunikasi, yakni nyanyian tradisional (wor) yang bersyairkan kecintaan, kesetiaan, keperkasaan, persatuan, dan keagungan.

”Wor Sireb biasanya dilaksanakan di atas bubes atau tanah lapang semalam suntuk,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor Andris Kafiar.

Sementara itu, Provinsi Bali menampilkan enam penari yang merupakan hasil seleksi Pesta Kesenian Bali beberapa waktu lalu. Mereka dari Sanggar Seni Smarandana, Kabupaten Badung, Bali. (LOK)

Sumber : cetak.kompas.com (5 Juni 2008)
Kredit foto : Kompas/Lasti Kurnia (cetak.kompas.com)


Read : 2.460 time(s).

Write your comment !