Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.173
Today
:
17.795
Yesterday
:
25.387
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
14 juli 2008 05:32
Sarjana Melayu Minta Kawasan Utara Medan Dilindungi
Penemuan Keramik Kuno di Medan, Sumatra Utara.
Medan, Sumatra Utara- Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Sumatera Utara meminta kawasan utara Medan mendapat perlindungan hukum. Kawasan tersebut sejak lama memendam kekayaan benda sejarah. Namun, hingga kini, belum ada upaya menggali dan melindungi kawasan itu.
”Benda sejarah yang tersimpan di utara Medan penting artinya bagi penelusuran sejarah Sumatera Utara. Selama ini kawasan di utara Medan tidak terjaga baik,” kata Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut Umar Zein, Sabtu (12/7), saat memberi keterangan pers di Istana Maimon, Medan.
Umar menuturkan, temuan-temuan sejarah di utara Medan sangat ditunggu masyarakat untuk menjelaskan kaitannya dengan Kerajaan Aru. Kerajaan itu, katanya, pernah besar di sepanjang pesisir timur Sumatera pada abad ke-11 sampai ke-15.
”Kami prihatin kepedulian pemerintah dan pemangku kepentingan lain nyaris tidak ada,” katanya.
ISMI bersama Yayasan Sultan Makmur Al Rasyid dan perwakilan Raja Muda Deli meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan mengambil langkah. Salah satu langkah yang mereka tuntut adalah pengangkatan juru pelihara kawasan itu. Sebelumnya, pada 1980-an, pernah ada juru pelihara di situs Kota China, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Namun, sudah belasan tahun juru pelihara itu tidak diberdayakan.
Dalam waktu dekat ini, desakan ISMI dan sejumlah organisasi Melayu lain akan disampaikan kepada DPRD Medan. Seruan serupa pernah disampaikan, tetapi belum mendapat respons sama sekali. ”Konsep sudah siap untuk kami sampaikan ke DPRD Medan,” kata Umar.
Polemik permintaan perlindungan kawasan itu muncul setelah belakangan warga Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan (bagian utara Medan), secara tidak sengaja menemukan aneka keramik China yang berasal dari Dinasti Yuan dan Sung abad ke-13 sampai ke-14 Masehi. Temuan tersebut cukup menyentak banyak pihak lantaran aneka keramik kuno tersebar di gundukan tanah bekas galian.
Temuan itu bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat. Sebelumnya di kawasan yang sama warga menemukan patung Buddha, perahu kuno, koin mata uang berhuruf China dan Arab, serta aneka keramik.
Sayangnya, di kawasan itu belum pernah ada penggalian serius dari pemangku kepentingan untuk menyelamatkan koleksi sejarah yang ada di sana. Peneliti Balai Arkeologi Medan, Heru Sudewo, mengatakan, penelitian di utara Medan tersebut terganjal persoalan minimnya dana.
”Dana penelitian sangat minim, sementara cakupan penelitian sangat besar,” katanya.
Sebagian sejarawan dan arkeolog menduga banyak temuan tersebut jatuh ke tangan kolektor benda antik. (NDY)
Sumber : cetak.kompas.com (14 Juli 2008) Kredit foto : www.waspada.co.id